LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Lengkap
Biologi Dasar dengan Judul ‘’Pengenalan dan Penggunaan Mikroskop ‘’yang di susun oleh:
Nama : Rajidah
Arsita
NIM : 1414142003
Kelas : B
Kelompok : 1
telah di periksa dan di setujui oleh Asisten dan Koordinator Asisten. maka laporan ini di
terima .
Makassar Desember
2014
Koordinator
Asisten , Asisten ,
Djumarirmanto
S.pd
Sutriadi
NIM 121 414 002
Mengetahui,
Dosen Penanggung Jawab
Drs.H.Hamka L,Ms
NIP
19621231 198702 1 005
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ilmu pengetahuan pada zaman sekarang ini
sangat berkembang pesat . ada berbagai
macam penemuan yang sangat berharga dan berguna bagi umat manusia.salah satunya
adalah dengan di temukannya mikroskop oleh para ilmuwan . mikroskop sangat
berguna di kehidupan manusia terutama dalam meneliti benda yang sulit terlihat
mata secara normal. Mikroskop umumnya banyak terdapat di laboratorium serta mikroskop
banyak jenis jenisnya .orang yang
pertama kali menemukan dan menggunakan mikroskop adalah Antony Van Leuwenhoek, lewat penelitiannya yang meneliti sel (
menemukan sel gabus ) . mikroskop merupakan alat utama dalam melakukan proses
penelitian dan pengamatan terhadap benda yang renik dengan adanya mikroskop
kita dapat mengetahui struktur penyusun tubuh dari makhluk hidup dengan mengamatinyaa secara seksama . pada
dasarnya dalam melakukan sebuah penelitian yaitu mengamati objek dalam
mikroskop kita perlu membuat preparat agar benda yang anda amati
terlihat jelas secara mikroskopis.
Ada dua prinsip dasar yang berbeda pada
mikroskop, yang pertama mikroskop optik dan yang kedua mikroskop elektron.
Mikroskop optik, lebih sering digunakan dan sudah dimiliki oleh sebagian besar
laboratorium di Indonesia.. Mikroskop optis merupakan alat optik yang terdiri dari satu
atau lebih lensa yang memproduksi gambar yang diperbesar dari sebuah benda yang
ditaruh di bidang vokal dari lensa tersebut.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.
Penggertian
dan Penggunaan Mikroskop
Mikroskop
(bahasa
Yunani: micron = kecil dan scopos = tujuan) adalah sebuah alat untuk melihat obyek yang terlalu
kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Ilmu yang mempelajari benda
kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik
berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata (Purwanto,1996).
(Menurut Tim Dosen Untad,2013) Mikroskop
biologi digunakan untuk pengamatan benda-benda tipis dan transparan. Jika yang
diamati tebal misalnya jaringan, harus dibuat sayatan yang tipis.Benda yang
diamati biasanya diletakan diatas kaca objek, dalam medium air, dan ditutup
dengan kaca penutup yang tipis (cover glass). Dapat juga diamati preparat
awetan dalam medium balsem kanada. Kemudian penyinaran diberikan dari bawah
oleh sinar alam atau lampu. Pembesaran
yang sering terdapat pada mikroskop biologi adalah sebagai berikut :
a.
Lensa objektif 4x, lensa
okuler 10x, perbesaran total 40x.
b.
Lensa objektif 10x, lensa okuler 10x, perbesaran
total 100x.
c.
Lensa objektif 40x, lensa
okuler 10x, perbesaran total 400x
d.
Lensa
objektif yang paling kuat untuk mikroskop optik adalah 100x,
(Menurut
Tim Dosen,Untad,2013) Mikroskop stereo
digunakan untuk
Pengamatan benda-benda yang
tidak terlalu halus atau kecil, dapat tebal maupun tipis, transparan maupun tidak. Mikroskop
stereo mempunyai sifat sebagai berikut :
a.
Mempunyai dua lensa objektif
dan dua lensa okuler, agar didapatkan bayangan tiga dimensi dari pengamatan dua
mata.
b.
Perbesaran tidak terlalu
kuat, tetap lebih diutamakan adalah medan pandang yang luas dan jarak kerja
yang panjang.
(Menurut Tim Dosen Untad,2013) dengan demikian
benda yang diamati cukup jauh sehingga mikroskop jenis ini dapat dipakai untuk
pembedahan. Mikroskop terdiri dari dua bagian yaitu bagan optic
dan bagian mekanik .
1.
Bagian optik, yang terdiri dari kondensor, lensa
objektif, dan lensa okuler.
2. Bagian
non-optik, yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop, diafragma, meja objek,
pemutar halus dan kasar, penjepit kaca objek, dan sumber cahaya.
B. Jenis lensa
Mikroskop cahaya menggunakan tiga jenis lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan kondensor. Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop sedangkan penggunaan lensa okuler terletak pada mikroskop bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi obyek dan lensa-lensa mikroskop yang lain (Purwanto,1996).
C.
Cara kerja
Lensa
obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan
menentukan struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir
serta berkemampuan untuk memperbesar bayangan obyek sehingga dapat memiliki
nilai "apertura" yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif
yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang
berdekatan sebagai dua benda yang terpisah. Lensa
okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung
berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang
dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali. Lensa
kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya
pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat
maka akan diperoleh daya pisah maksimal.
Jika daya pisah kurang maksimal maka dua benda akan terlihat menjadi
satu dan pembesarannyapun akan kurang optimal (Purnomo,2008).
D. Preparasi sediaan
(Menurut Koesmadji,dkk) Persiapan
preparat di dalam mikroskop cahaya terbagi menjadi dua jenis, yaitu :
a.
Preparat Non-permanen, yang dapat
diperoleh dengan menambahkan air pada sel hidup di atas kaca objek, kemudian
diamati di bawah mikroskop.
b.
Preparat
permanen, yang dapat diperoleh dengan melakukan fiksasi yang bertujuan
untuk membuat sel dapat menyerap warna, membuat sel tidak bergerak, mematikan
sel, dan mengawetkannya.
c.
Tahap
selanjutnya, yaitu pembuatan sayatan, yang
bertujuan untuk memotong sayatan hingga setipis mungkin agar mudah diamati di
bawah mikroskop. preparat dilapisi dengan monomer resin melalui proses
pemanasan karena pada umumnya jaringan memiliki tekstur yang lunak dan mudah pecah setelah
mengalami fiksasi, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan menggunakan mikrotom.
Umumnya mata pisau mikrotom terbuat dari berlian karena berlian tersusun dari
atom karbon yang padat. Oleh karena itu, sayatan yang terbentuk lebih rapi.
Setelah dilakukan penyayatan, dilanjutkan dengan pewarnaan, yang bertujuan
untuk memperbesar kontras antara preparat yang akan diamati dengan lingkungan
sekitarnya. Setiap pewarna mengikat molekul yang memiliki kespesifikan
tertentu, contohnya : Hematoksilin, yang mampu mengikat asam amino basa m(lisin
dan arginin) pada berbagai protein, dan eosin, yang mampu mengikat .
BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. Waktu
dan Tempat
Hari
/ tanggal : Rabu/ 10 Desember 2014
Waktu :
Pukul 10.00 – 12.00 wita
Tempat :
Experimental Farm/Green House
FMIPA
B. Alat
dan Bahan
1.
Alat
a.
Mikroskop
biologi
b.
Kotak
alat yang berisi peralatan pendukung praktikum
c.
Silet
tajam
d.
Kaca
benda
e.
Kaca
objek/ preparat
f.
Pipet
tetes
g.
Pensil
h.
Kertas
kwarto
i.
Tusuk
gigi
2. Bahan
a.
Daun
kembang sepatu (Hibiscus Rosasinensis)
b.
Daun
waru (Hibiscus tiliaceus)
c.
Daun
labu (Cucurbita muschata)
d.
Bawang
merah (Allium cepa)
C.
Cara
Kerja
1.
Menyiapkan
Mikroskop
a. Meletakkan mikroskop di atas meja kerja tepat di hadapan
anda
b. Membersihkan
badan mikroskop dengan kain planel . jangan sekali-kali menggosok lensa dengan
kain selain kain planel
c. Membuka
kotak peralatan, keluarkan cawan patri berisi kaca benda dan kaca penutup.
Bersihkan kaca benda dengan kain katun atau kertas saring.
d. Di
atas meja kerja anda hanya ada mikroskop, kotak peralatan dengan isinya, buku
penuntun dan catatan , bahan –bahan untuk praktikum . selainnya di singkirikan pada tempat lain yang sudah
di sediakan .
2.
Mengatur
Masuknya Cahaya ke Dalam Tubus
a. Memperhatikan keadaan ruang praktikum anda, dari mana arah
datangnya cahaya yang lebih terang (
dari depan,kiri, atur kanan ).Arahkan cermin mikroskop ke sumber cahaya
tersebut. Buka diafragma atau putar lempeng pada posisi lubang sedang .
mikroskop yang memiliki kondensor di atur posisinya mendekati meja sediaan dan
gunakan cermin datar . untuk mikroskop tanpa kondensor gunakan cermin cekung .
b. Mengatur
posisi revolver sehingga lensa objektif paling pendek menghadap ke meja sediaan
sampai bunyi klik .
c. Menurunkan
tubus sampai jarak ujung objektif dengan meja sediaan 5-10mm atau tubus turun
maksimal.
d. Meneroponglah
lewat okuler dengan mata kiri tanpa memicingkan (perlu latihan ) akan Nampak
medan benda putih . jika terangnya tidak merata gerakkan sedikit cermin sampai
terangnya rata. Kalau silau, persempit diafragma atau lubang pada lempeng .
jika medan pandang masih kabur berate kurang cahaya yang masuk, bukalah
diafragma dan gunakan lubang lebih besar pada lempeng.
e. Mikroskop
siap pakai mengamati sediaan .
3.
Mengatur
Jarak Lensa dengan Sediaan
a. Dengan
tangan putarlah pengatur kasar atau makrometer kearah empu jari, tubus turun
jarak objektif dengan meja sediaan mengecil, lakukan sebaliknya .
b. Memasang
kaca benda yang berisi sediaan awetan di
atas meja sediaan sedemikian rupa sehingga bahan yang di amati berada di tengah
lubang meja, jepit kaca benda dengan sengkeling sehingga tidak goyang.
c. Memperhatikan
jarak objektif dengan kaca benda tidak lebih dari 10mm. jika jarak itu besar,
putar makrometer untuk menurunkan tubus sambil dilihat dari samping
d. Meneropong
lewat lensa okuler sambil tangan memutar makrometer dengan menaikkan tubus
perlahan- lahan. mengamati medan pandang sampai muncul bayangan . kalau
tubus telah di angakat , setengah
putaran makrometer belum juga muncul bayangan,berarti terlewatkan . ulangi
kembali mulai pada 3.3 kalau sudah ada bayangan tapi masih kabur, maka teropong
terus sambil memutar micrometer naik atau turun samapaai bayangan jelas garis
atau batasan batasannya.
e. Memeriksa okuler (pembesarn berapa) dan objektif
(pembesaran berapa?), hitunglah pembesaran bayangan yanga anda lihat .
f. Kalau
sudah di amati, preparat di keluarkan.
4.
Membuat
preparat sederhana
a. Mengambil
kaca benda yang sudah di bersihkan , pegang serata mungkin.
b. Menetesi
air jernih atau air suling satu tetes di tengah tengah .
c. Dengan
pinset, cabut serta kerat bahan dan letakkan di tengah tengah tetesan air.
d. Tangan
anda yang sebelah memegang kaca penutup antara empu jari dengan telunjuk pada sisi atau pinggir yang
berlawanan .
e.
Sisi
dengan kaca penutup disentuhkan pada kaca benda dengan tetesan air dengan kemiringan 45o kemudian lepaskan
sehingga tepat menutupi tetesan air. Kelebihan air yang merembes di tepi kaca
diserap dengan kertas saring. 4.6. Pasang preparat buatan anda pada meja
sediaan dan amati seperti langkah 3.2.,3.3.,3.4. dan 3.5.
5. Mengamati
Perbesaran
a.
Apabila
pengamatan 4.6 sudah berhasil, bayangan yang akan Nampak akan dibesarkan lagi.
Posisi preparat atau tubus jangan disentuh.
b.
Memutar
sedemikian rupa sampai lensa objektif yang lebih panjang ( kuat) tegak lurus
pada meja sediaan sampai terdengar bunyi klik.
c.
Meneropong sambil memutar mikrometer sampai
muncul bayangan yang lebih besar. Amati bayangan yang ada!.
d.
Jika
gagal menemukan bayangan yang lebih besar. Naikkan tubus dengan memutar
makrometer berlawanan arah empu jari. Putar kembali revolver untuk mendapatkan posisi lensa objektif lemah(
pendek ) pada posis semula. Tanpa mengubah posisi preparat, lakukan kembali
perlakuan 3.3.,3.4.,3.5., lanjut ke
.1.,5.2.,5.3.sampai berhasil.
e.
Apabila anda akan mengamati bahan yang lain, maka
menaikkan tubus. Mengeluarkan preparat
yang sudah diamati dan bersihkan kca benda dan kaca penutup.
f.
Membuat
sediaan baru sesuai langkah 4.1., sampai 4.6.
g.
Pada
akhir kegiatan yang menggunakan mikroskop, perhatikan hal-hal berikut:
a.
Preparat
tidak boleh tersimpan di atas meja sediaan, harus dikeluarkan.
b.
Preparat
basah harus dibersihkan dengan kertas saring atau lap katun simpan( kaca benda
+ kaca penutup). Simpan dalam cawan petri dan masukkan dalam kotak
perlengkapan.
c.
Membersihkan
badan mikroskop dengan kain planel.
Tubus di turunkan serendah mungkin.
d.
Menyimpan
mikroskop dalam kotak mikroskop.
e.
Semua
peralatan yang telah dipakai dibersihkan dengan lap katun dan disimpan dalam
kotaknya.
f.
Peralatan
anda sendiri, disimpan sendiri untuk dipakai untuk kegiatan berikutnya.
g.
Sisa
bahan yang tidak digunakan lagi dibuang di tempat sampah yang tersedia.
BAB IV
PEMBAHASAN
A.
Hasil
Pengamatan
Mikroskop Biologi
|
|
1.Lensa
Okuler
2.Revolver
3.Lensa
Objektif
4.Kondensor
5.Diafragma
6.Pengatur
Kondensor
7.Kaki
Mikroskop
8.Cermin
9.Sendi
Inlkinasi
10.Pegangan
Sendi
11.Pegangan
12.Mikrometer
13.Makrometer
14.Tabung
Mikroskop
|
Gambar pembanding
![]() |
1.Lensa
Okuler
2.Revolver
3.Lensa
Objektif
4.Kondensor
5.Diafragma
6.Pengatur
Kondensor
7.Kaki Mikroskop
8.Cermin
9.Sendi
Inlkinasi
10.Pegangan
Sendi
11.Pegangan
12.Mikrometer
13.Makrometer
14.Tabung
Mikroskop
|
a. Bawang merah (Allium cepa)
|
Hasil
Pengamatan
|
|
Gambar
Pembanding
|
Keterangan
|
|
|
![]() |
![]() |
1. Dinding sel
2.Sitoplasma
3. inti sel
|
b. Daun Waru (Hibiscus tiliaceus)
|
Hasil Pengamatan
|
|
Gambar Pembanding
|
Keterangan
|
|||
![]() |
|
1. Trikoma bintang
|
c. Daun Labu (Cucurbita moschata)
|
Hasil Pengamatan
|
|
Gambar Pembanding
|
Keterangan
|
|
|
![]() |
![]() |
1.Trikoma
jarum
2.
sel
|
d. Daun
Kembang Sepatu ( hibiscus rosasinensis)
|
Hasil
Pengamatan
|
|
Gambar
Pembanding
|
Keterangan
|
|||
|
|
![]() |
|
1.
dinding sel
2. pigmen antisianin
3. kloroplas
4. celah stomata
5. sel penutup
6.
sel tetangga
|
B.
Pembahasan
Mikroskop merupakan alat utama dalam melakukan
pengamatan dan penelitian dalam bidang Biologi, karena dapat digunakan untuk
mempelajari struktur dan benda-benda yang kecil. Adapun komponen komponen dalam
mikroskop adalah sebagai berikut :
1.
Kaki
(basis)
Merupakan bagian mikroskop yang berfungsi untuk menyangga bagian mikroskop,
biasanya berbentuk segi empat atau huruf U (tergantung jenis dan merek mikroskop).
2.
Lengan
Dengan
adanya engsel antara kaki dan lengan, maka lengan dapat ditegakkan atau direbahkan. Lengan
dipergunakan juga untuk memegang mikroskop pada saat memindah mikroskop.
3. Cermin.
Cermin
mempunyai dua sisi, sisi cermin datar dan sisi cermin cekung, berfungsiuntuk memantulkan sinar dan sumber
sinar. Cermin datar digunakan bila sumber sinar cukup terang, dan cermin cekung
digunakan bila sumber sinar kurang.Cermin dapat lepas dan diganti dengan sumber
sinar dari lampu. Pada mikroskop model baru, sudah tidak lagi dipasang cermin,
karena sudah ada sumber cahaya yang terpasang pada bagian bawah (kaki).
4.
Kondensor
Kondensor tersusun dari lensa gabungan yang
berfungsi mengumpulkan sinar
5.
Diafragma
Diafragma
berfungsi mengatur banyaknya sinar yang masuk dengan mengatur bukaan iris. Letak diafragma melekat
pada diafragma di bagian bawah. Padamikroskop sederhana hanya ada diafragma
tanpa kondensor.
6.
Meja
preparat
Meja
preparat merupakan tempat meletakkan objek (preparat) yang akan dilihat. Objek
diletakkan di meja dengan dijepit dengan oleh penjepit. Dibagian tengah meja
terdapat lengan untuk dilewat sinar. Pada jenis mikroskop tertentu,kedudukan
meja tidak dapat dinaik atau diturunkan. Pada beberapa mikroskop, terutama model
terbaru, meja preparat dapat dinaik-turunkan.
7. Tabung.
di
bagian atas tabung melekat lensa okuler, dengan perbesaran tertentu (15X,10X, dan 15 X). Dibagian bawah tabung
terdapat alat yang disebut revolver. Pada revolver tersebut terdapat
lensa objektif.
8.
Lensa obyektif
Lensa objektif bekerja dalam
pembentukan bayangan pertama. Lensa ini struktur dan bagian renik yang akan terlihat
pada bayangan akhir. Ciripenting lensa obyektif adalah memperbesar bayangan
obyek dengan perbesaran beraneka macam sesuai dengan model dan pabrik
pembuatnya, misalnya 10X, 40X,dan 100X dan mempunyai nilai apertura (NA). Nilai
apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan
daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan
sebagai dua benda yang terpisah.
9.
Lensa
Okuler
Lensa
mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung, berdekatan dengan mata
pengamat. Lensa ini berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkanoleh
lensa obyektif. Perbesaran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4 - 25 kali.
10. Pengatur Kasar dan Halus
Komponen ini letaknya pada bagian lengan dan
berfungsi untuk mengatur kedudukan
lensa objektif terhadap objek yang akan dilihat. Pada mikroskop dengantabung
lurus/tegak, pengatur kasar dan halus untuk menaikturunkan tabung
sekaliguslensa onbjektif. Pada mikroskop dengan tabung miring, pengatur kasar
dan halus untuk menaikturunkan meja preparat..
Dalam percobaan ini kita mengamati
beberapa sel dari tumbuhan yaitu daun kembang
sepatu , daun waru, daun labu,
dan bawang merah . dari hasil pengamatan di peroleh bahwa setiap sel
tumbuhan memiliki sel masing masing yang
terdiri dari ini sel, dinding sel , stomata da nada berbentuk trikoma bintang .
dengan menggunakan mikroskop kita bisa melihat dengan jelas struktur penyusun
tumbuhan tersebut .
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Mahasiswa harus mampu mengenali dan dapat
mengetahuit bagian bagian penting dari
mikroskop dan fungsinya masing masing serta mampu dan terampil menggunakan
mikroskop tersebut dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana .
khususnya dalam mengamati objek yang tersedia di preparat .
B.
Saran
Sebaiknya praktikan lebih teliti dalam
mengiris objek yang ingin di amati yaitu dapat terampil membuat preparat supaya
tidak terjadi pengambilan objek berulang –ulang seperti yang terjadi pada
kelompok kami. Dan penggunaaan mikroskop ini harus di perhatikan dengan baik
karena mikroskop sangata penting dalam kegiatan biologi dan menggunakan alat
praktikumyang telah di sediakan oleh praktikan maupun laboratorium dengan hati
hati agar tidak terjadi kerusakan
DAFTAR
PUSTAKA
Purwanto,.1996.
Biologi Sel. Jember :
Universitas Jember
Muslimin ,2013 Penuntun Praktikum Biologi Umum Unit
Pelaksana Teknis Laboratorium Dasar Untad: Palu
Tim Dosen Biologi Dasar UNM,2014 Penuntun
Praktikum Biologi Umum Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Makassar
Koesmadji
Wirjosoemarto, dkk. Tth. Teknik Laboratorium. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar