Selasa, 25 Agustus 2015

Contoh Laporan Biologi Dasar Unit Mikroskop



LEMBAR PENGESAHAN
     Laporan Lengkap Biologi Dasar dengan Judul ‘’Pengenalan dan Penggunaan     Mikroskop ‘’yang di susun oleh:
Nama           :  Rajidah Arsita
NIM             :  1414142003
Kelas            :  B
Kelompok    :  1
telah di periksa dan di setujui oleh Asisten  dan Koordinator Asisten. maka laporan ini di terima .                                                                       
      Makassar    Desember 2014

Koordinator Asisten  ,                                                     Asisten ,

Djumarirmanto S.pd                                                    Sutriadi                                                                                                                                                                                                                                                                              
                                                                                       NIM 121 414 002
                                 

                         
                               Mengetahui,
                        Dosen Penanggung Jawab


Drs.H.Hamka  L,Ms                                                                                                               NIP 19621231 198702  1 005






BAB 1
 PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
      Ilmu pengetahuan pada zaman sekarang ini sangat berkembang pesat . ada   berbagai macam penemuan yang sangat berharga dan berguna bagi umat manusia.salah satunya adalah dengan di temukannya mikroskop oleh para ilmuwan . mikroskop sangat berguna di kehidupan manusia terutama dalam meneliti benda yang sulit terlihat mata secara normal. Mikroskop umumnya banyak terdapat di laboratorium serta mikroskop banyak  jenis jenisnya .orang yang pertama kali menemukan dan menggunakan mikroskop adalah Antony Van Leuwenhoek, lewat penelitiannya yang meneliti sel ( menemukan sel gabus ) . mikroskop merupakan alat utama dalam melakukan proses penelitian dan pengamatan terhadap benda yang renik dengan adanya mikroskop kita dapat mengetahui struktur penyusun tubuh dari makhluk hidup  dengan mengamatinyaa secara seksama . pada dasarnya dalam melakukan sebuah penelitian yaitu mengamati objek dalam mikroskop  kita perlu  membuat preparat agar benda yang anda amati terlihat jelas secara mikroskopis.
       Ada dua prinsip dasar yang berbeda pada mikroskop, yang pertama mikroskop optik dan yang kedua mikroskop elektron. Mikroskop optik, lebih sering digunakan dan sudah dimiliki oleh sebagian besar laboratorium di Indonesia.. Mikroskop optis  merupakan alat optik yang terdiri dari satu atau lebih lensa yang memproduksi gambar yang diperbesar dari sebuah benda yang ditaruh di bidang vokal dari lensa tersebut.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.     Penggertian dan Penggunaan Mikroskop
  Mikroskop (bahasa Yunani: micron = kecil dan scopos = tujuan) adalah   sebuah alat untuk melihat obyek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata (Purwanto,1996).
     (Menurut Tim Dosen Untad,2013) Mikroskop biologi digunakan untuk pengamatan benda-benda tipis dan transparan. Jika yang diamati tebal misalnya jaringan, harus dibuat sayatan yang tipis.Benda yang diamati biasanya diletakan diatas kaca objek, dalam medium air, dan ditutup dengan kaca penutup yang tipis (cover glass). Dapat juga diamati preparat awetan dalam medium balsem kanada. Kemudian penyinaran diberikan dari bawah oleh sinar alam atau lampu.  Pembesaran yang sering terdapat pada mikroskop biologi adalah sebagai berikut :
a.       Lensa objektif 4x, lensa okuler 10x, perbesaran total 40x.
b.      Lensa  objektif 10x, lensa okuler 10x, perbesaran total 100x.
c.       Lensa objektif 40x, lensa okuler 10x, perbesaran total 400x
d.     Lensa objektif yang paling kuat untuk mikroskop optik adalah 100x,
               (Menurut Tim Dosen,Untad,2013)  Mikroskop stereo digunakan untuk   
 Pengamatan benda-benda yang tidak terlalu halus atau kecil, dapat tebal   maupun  tipis, transparan maupun tidak. Mikroskop stereo mempunyai sifat  sebagai berikut :
a.       Mempunyai dua lensa objektif dan dua lensa okuler, agar didapatkan bayangan tiga dimensi dari pengamatan dua mata.
b.      Perbesaran tidak terlalu kuat, tetap lebih diutamakan adalah medan pandang yang luas dan jarak kerja yang panjang.
      (Menurut Tim Dosen Untad,2013) dengan demikian benda yang diamati cukup jauh sehingga mikroskop jenis ini dapat dipakai untuk pembedahan. Mikroskop terdiri dari dua bagian yaitu bagan optic dan bagian mekanik . 
1.      Bagian optik, yang terdiri dari kondensor, lensa objektif, dan lensa okuler.
2.      Bagian non-optik, yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop, diafragma, meja objek, pemutar halus dan kasar, penjepit kaca objek, dan sumber cahaya.

B.      Jenis lensa

       Mikroskop cahaya menggunakan tiga jenis lensa, yaitu lensa obyektif,   lensa okuler, dan kondensor.  Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop sedangkan penggunaan lensa okuler terletak pada mikroskop bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi obyek dan lensa-lensa mikroskop yang lain (Purwanto,1996).

C.    Cara kerja
        Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan menentukan struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta berkemampuan untuk memperbesar bayangan obyek sehingga dapat memiliki nilai "apertura" yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen,  sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.  Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.  Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.   Jika daya pisah kurang maksimal maka dua benda akan terlihat menjadi satu dan pembesarannyapun akan kurang optimal (Purnomo,2008).

D.    Preparasi sediaan

      (Menurut Koesmadji,dkk) Persiapan preparat di dalam mikroskop cahaya terbagi menjadi dua jenis,   yaitu :
a.       Preparat Non-permanen, yang dapat diperoleh dengan menambahkan air pada sel hidup di atas kaca objek, kemudian diamati di bawah mikroskop.
b.      Preparat permanen, yang dapat diperoleh dengan melakukan fiksasi yang bertujuan untuk membuat sel dapat menyerap warna, membuat sel tidak bergerak, mematikan sel, dan mengawetkannya.
c.       Tahap selanjutnya, yaitu pembuatan sayatan, yang bertujuan untuk memotong sayatan hingga setipis mungkin agar mudah diamati di bawah mikroskop. preparat dilapisi dengan monomer resin melalui proses pemanasan karena pada umumnya jaringan memiliki tekstur      yang lunak dan mudah pecah setelah mengalami fiksasi, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan menggunakan mikrotom. Umumnya mata pisau mikrotom terbuat dari berlian karena berlian tersusun dari atom karbon yang padat. Oleh karena itu, sayatan yang terbentuk lebih rapi. Setelah dilakukan penyayatan, dilanjutkan dengan pewarnaan, yang bertujuan untuk memperbesar kontras antara preparat yang akan diamati dengan lingkungan sekitarnya. Setiap pewarna mengikat molekul yang memiliki kespesifikan tertentu, contohnya : Hematoksilin, yang mampu mengikat asam amino basa m(lisin dan arginin) pada berbagai protein, dan eosin, yang mampu mengikat .



BAB III 
METODE PRAKTIKUM
A.    Waktu dan Tempat
       Hari / tanggal  :    Rabu/ 10 Desember 2014 
        Waktu            :    Pukul 10.00 – 12.00 wita
        Tempat           :    Experimental Farm/Green House FMIPA

B.     Alat dan Bahan 
1.      Alat 
a.       Mikroskop biologi 
b.      Kotak alat yang berisi peralatan pendukung praktikum  
c.       Silet tajam 
d.      Kaca benda 
e.       Kaca objek/ preparat 
f.       Pipet tetes 
g.      Pensil 
h.      Kertas kwarto 
i.        Tusuk gigi
2.      Bahan                       
a.       Daun kembang sepatu (Hibiscus Rosasinensis
b.      Daun waru (Hibiscus tiliaceus
c.       Daun labu (Cucurbita muschata
d.      Bawang merah (Allium cepa

C.    Cara Kerja
1.      Menyiapkan Mikroskop
a.       Meletakkan  mikroskop di atas meja kerja tepat di hadapan anda
b.      Membersihkan badan mikroskop dengan kain planel . jangan sekali-kali menggosok lensa dengan kain selain kain planel
c.       Membuka kotak peralatan, keluarkan cawan patri berisi kaca benda dan kaca penutup. Bersihkan kaca benda dengan kain katun atau kertas saring.
d.      Di atas meja kerja anda hanya ada mikroskop, kotak peralatan dengan isinya, buku penuntun dan catatan , bahan –bahan untuk praktikum . selainnya   di singkirikan pada tempat lain yang sudah di sediakan .
2.      Mengatur Masuknya Cahaya ke Dalam Tubus
a.       Memperhatikan  keadaan ruang praktikum anda, dari mana arah datangnya cahaya  yang lebih terang ( dari depan,kiri, atur kanan ).Arahkan cermin mikroskop ke sumber cahaya tersebut. Buka diafragma atau putar lempeng pada posisi lubang sedang . mikroskop yang memiliki kondensor di atur posisinya mendekati meja sediaan dan gunakan cermin datar . untuk mikroskop tanpa kondensor gunakan cermin cekung .
b.      Mengatur posisi revolver sehingga lensa objektif paling pendek menghadap ke meja sediaan sampai bunyi klik .
c.       Menurunkan tubus sampai jarak ujung objektif dengan meja sediaan 5-10mm atau tubus turun maksimal.
d.      Meneroponglah lewat okuler dengan mata kiri tanpa memicingkan (perlu latihan ) akan Nampak medan benda putih . jika terangnya tidak merata gerakkan sedikit cermin sampai terangnya rata. Kalau silau, persempit diafragma atau lubang pada lempeng . jika medan pandang masih kabur berate kurang cahaya yang masuk, bukalah diafragma dan gunakan lubang lebih besar pada lempeng.
e.       Mikroskop siap pakai mengamati sediaan .
3.      Mengatur Jarak Lensa dengan Sediaan
a.       Dengan tangan putarlah pengatur kasar atau makrometer kearah empu jari, tubus turun jarak objektif dengan meja sediaan mengecil, lakukan sebaliknya .
b.      Memasang kaca benda yang berisi  sediaan awetan di atas meja sediaan sedemikian rupa sehingga bahan yang di amati berada di tengah lubang meja, jepit kaca benda dengan sengkeling sehingga tidak goyang.  
c.       Memperhatikan jarak objektif dengan kaca benda tidak lebih dari 10mm. jika jarak itu besar, putar makrometer untuk menurunkan tubus sambil dilihat dari samping
d.      Meneropong lewat lensa okuler sambil tangan memutar makrometer dengan menaikkan tubus perlahan- lahan. mengamati medan pandang sampai muncul bayangan . kalau tubus  telah di angakat , setengah putaran makrometer belum juga muncul bayangan,berarti terlewatkan . ulangi kembali mulai pada 3.3 kalau sudah ada bayangan tapi masih kabur, maka teropong terus sambil memutar micrometer naik atau turun samapaai bayangan jelas garis atau batasan batasannya.
e.       Memeriksa  okuler (pembesarn berapa) dan objektif (pembesaran berapa?), hitunglah pembesaran bayangan yanga anda lihat .
f.       Kalau sudah di amati, preparat di keluarkan.
4.      Membuat preparat sederhana
a.       Mengambil kaca benda yang sudah di bersihkan , pegang serata mungkin.
b.      Menetesi  air jernih  atau air suling satu tetes di tengah tengah .
c.       Dengan pinset, cabut serta kerat bahan dan letakkan di tengah tengah  tetesan air.
d.      Tangan anda yang sebelah memegang kaca penutup antara empu jari  dengan telunjuk pada sisi atau pinggir yang berlawanan . 
e.       Sisi dengan kaca penutup disentuhkan pada kaca benda dengan tetesan air  dengan kemiringan 45o kemudian lepaskan sehingga tepat menutupi tetesan air. Kelebihan air yang merembes di tepi kaca diserap dengan kertas saring. 4.6. Pasang preparat buatan anda pada meja sediaan dan amati seperti langkah 3.2.,3.3.,3.4. dan 3.5.



5.      Mengamati Perbesaran
a.       Apabila pengamatan 4.6 sudah berhasil, bayangan yang akan Nampak akan dibesarkan lagi. Posisi preparat atau tubus jangan disentuh.
b.      Memutar sedemikian rupa sampai lensa objektif yang lebih panjang ( kuat) tegak lurus pada meja sediaan sampai terdengar bunyi klik.
c.        Meneropong sambil memutar mikrometer sampai muncul bayangan yang lebih besar. Amati bayangan yang ada!.
d.      Jika gagal menemukan bayangan yang lebih besar. Naikkan tubus dengan memutar makrometer berlawanan arah empu jari. Putar kembali revolver untuk  mendapatkan posisi lensa objektif lemah( pendek ) pada posis semula. Tanpa mengubah posisi preparat, lakukan kembali perlakuan 3.3.,3.4.,3.5., lanjut ke   .1.,5.2.,5.3.sampai berhasil.
e.        Apabila anda akan mengamati bahan yang lain, maka menaikkan tubus. Mengeluarkan  preparat yang sudah diamati dan bersihkan kca benda  dan kaca penutup.
f.       Membuat sediaan baru sesuai langkah 4.1., sampai 4.6.
g.      Pada akhir kegiatan yang menggunakan mikroskop, perhatikan hal-hal berikut:
a.       Preparat tidak boleh tersimpan di atas meja sediaan, harus dikeluarkan.
b.      Preparat basah harus dibersihkan dengan kertas saring atau lap katun simpan( kaca benda + kaca penutup). Simpan dalam cawan petri dan masukkan dalam kotak perlengkapan.
c.       Membersihkan  badan mikroskop dengan kain planel. Tubus di turunkan serendah mungkin.
d.      Menyimpan mikroskop dalam kotak mikroskop.

e.       Semua peralatan yang telah dipakai dibersihkan dengan lap katun dan disimpan dalam kotaknya.
f.       Peralatan anda sendiri, disimpan sendiri untuk dipakai untuk kegiatan berikutnya.
g.      Sisa bahan yang tidak digunakan lagi dibuang di tempat sampah yang tersedia.




















BAB IV
PEMBAHASAN
A.    Hasil Pengamatan
Mikroskop Biologi

1.Lensa Okuler
2.Revolver
3.Lensa Objektif
4.Kondensor
5.Diafragma
6.Pengatur Kondensor
7.Kaki Mikroskop
8.Cermin
9.Sendi Inlkinasi
10.Pegangan Sendi
11.Pegangan
12.Mikrometer
13.Makrometer
14.Tabung Mikroskop




Gambar pembanding
MIKROSKOP.JPG
1.Lensa Okuler
2.Revolver
3.Lensa Objektif
4.Kondensor
5.Diafragma
6.Pengatur Kondensor
7.Kaki Mikroskop
8.Cermin
9.Sendi Inlkinasi
10.Pegangan Sendi
11.Pegangan
12.Mikrometer
13.Makrometer
14.Tabung Mikroskop

a.       Bawang merah (Allium cepa)
Hasil Pengamatan

Gambar Pembanding
Keterangan

 

1. Dinding sel
2.Sitoplasma
3. inti sel

b.      Daun Waru (Hibiscus tiliaceus)
Hasil Pengamatan

Gambar Pembanding
Keterangan



trikoma bintang daun waru.jpg


1.  Trikoma bintang


c.       Daun Labu (Cucurbita moschata)
Hasil Pengamatan

Gambar Pembanding
Keterangan

 
1.Trikoma jarum
2. sel







d.      Daun Kembang Sepatu ( hibiscus rosasinensis)
Hasil Pengamatan

Gambar Pembanding
Keterangan



plasmolisis-pada-epidermis-daun-rhoeo-discolor-setelah-perlakuanr.jpg

 
1. dinding sel
 2. pigmen antisianin
3. kloroplas
4. celah stomata
5. sel penutup
6.  sel tetangga















B.     Pembahasan

Mikroskop merupakan alat utama dalam melakukan pengamatan dan penelitian dalam bidang Biologi, karena dapat digunakan untuk mempelajari struktur dan benda-benda yang kecil. Adapun komponen komponen dalam mikroskop adalah sebagai berikut :
1.      Kaki (basis)
  Merupakan bagian mikroskop yang berfungsi untuk menyangga bagian mikroskop, biasanya berbentuk segi empat atau huruf U (tergantung jenis  dan merek mikroskop).
2.      Lengan
Dengan adanya engsel antara kaki dan lengan, maka lengan dapat    ditegakkan atau direbahkan. Lengan dipergunakan juga untuk memegang mikroskop pada saat memindah mikroskop.
3.      Cermin.
         Cermin mempunyai dua sisi, sisi cermin datar dan sisi cermin cekung,   berfungsiuntuk memantulkan sinar dan sumber sinar. Cermin datar digunakan bila sumber sinar cukup terang, dan cermin cekung digunakan bila sumber sinar kurang.Cermin dapat lepas dan diganti dengan sumber sinar dari lampu. Pada mikroskop model baru, sudah tidak lagi dipasang cermin, karena sudah ada sumber cahaya yang terpasang pada bagian bawah (kaki).
4.       Kondensor
 Kondensor tersusun dari lensa gabungan yang berfungsi mengumpulkan sinar    



5.      Diafragma
         Diafragma berfungsi mengatur banyaknya sinar yang masuk dengan mengatur bukaan iris. Letak diafragma melekat pada diafragma di bagian bawah. Padamikroskop sederhana hanya ada diafragma tanpa kondensor.

6.      Meja preparat
Meja preparat merupakan tempat meletakkan objek (preparat) yang akan dilihat. Objek diletakkan di meja dengan dijepit dengan oleh penjepit. Dibagian tengah meja terdapat lengan untuk dilewat sinar. Pada jenis mikroskop tertentu,kedudukan meja tidak dapat dinaik atau diturunkan.  Pada beberapa mikroskop, terutama model terbaru, meja preparat dapat  dinaik-turunkan.
7.       Tabung.
 di bagian atas tabung melekat lensa okuler, dengan perbesaran  tertentu   (15X,10X, dan 15 X). Dibagian bawah tabung terdapat alat yang disebut revolver. Pada revolver tersebut terdapat lensa objektif.
8.       Lensa obyektif
              Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa  ini  struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir. Ciripenting lensa obyektif adalah memperbesar bayangan obyek dengan perbesaran beraneka macam sesuai dengan model dan pabrik pembuatnya, misalnya 10X, 40X,dan 100X dan mempunyai nilai apertura (NA). Nilai apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
9.      Lensa Okuler
Lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkanoleh lensa obyektif. Perbesaran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4 - 25 kali.
10.   Pengatur Kasar dan Halus
 Komponen ini letaknya pada bagian lengan dan berfungsi untuk   mengatur kedudukan lensa objektif terhadap objek yang akan dilihat. Pada mikroskop dengantabung lurus/tegak, pengatur kasar dan halus untuk menaikturunkan tabung sekaliguslensa onbjektif. Pada mikroskop dengan tabung miring, pengatur kasar dan halus untuk menaikturunkan meja preparat..
           Dalam percobaan ini kita mengamati beberapa sel dari tumbuhan yaitu daun kembang  sepatu , daun waru, daun labu,  dan bawang merah . dari hasil pengamatan di peroleh bahwa setiap sel tumbuhan memiliki  sel masing masing yang terdiri dari ini sel, dinding sel , stomata da nada berbentuk trikoma bintang . dengan menggunakan mikroskop kita bisa melihat dengan jelas struktur penyusun tumbuhan tersebut .


















BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
      Mahasiswa harus mampu mengenali dan dapat mengetahuit bagian bagian  penting dari mikroskop dan fungsinya masing masing serta mampu dan terampil menggunakan mikroskop tersebut dengan cepat dan aman untuk melihat sediaan sederhana . khususnya dalam mengamati objek yang tersedia di preparat .
B.     Saran
      Sebaiknya praktikan lebih teliti dalam mengiris objek yang ingin di amati yaitu dapat terampil membuat preparat supaya tidak terjadi pengambilan objek berulang –ulang seperti yang terjadi pada kelompok kami. Dan penggunaaan mikroskop ini harus di perhatikan dengan baik karena mikroskop sangata penting dalam kegiatan biologi dan menggunakan alat praktikumyang telah di sediakan oleh praktikan maupun laboratorium dengan hati hati agar tidak terjadi kerusakan








DAFTAR PUSTAKA

 Purwanto,.1996. Biologi Sel. Jember : Universitas Jember
Muslimin ,2013  Penuntun Praktikum Biologi Umum Unit Pelaksana Teknis       Laboratorium Dasar Untad: Palu
Tim Dosen Biologi Dasar UNM,2014 Penuntun Praktikum Biologi Umum Jurusan Biologi FMIPA  Universitas Negeri Makassar
Koesmadji Wirjosoemarto, dkk. Tth. Teknik Laboratorium. Bandung: Universitas    Pendidikan Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar