BAB I
PENDAHULUAN
A . Latar Belakang
Rahasia adanya kehidupan masih perlu di pertanyakan kembali,
terutama dalam darimana asal makhluk hidup sebenarmya. untuk menjawab
pertanyaaan tersebut maka di adakan berbagai penelitian oleh para ilmuwan agar dapat memecahkan masalah kehidupan tersebut
. Setelah dia adakan berbagai penelitian
di di temukan beberapa teori yang mengemukakakan bahwa asal usul kehidupan
mahkluk ada yang berasal dari benda tak
hidup dan yang berasal benda hidup. Kedua teori ini di sebut dengan teori
abiogenesis dan teori biogenesis .
Pelopor dari teori abiogenesis adalah
Aristoteles, ,Antony Van Leewenhook, John Needhem dan Jean Van Helmont . mereka berpendapat bahwa
makhluk hidup itu ada yang berasal dari jerami padi, lumpur dan sebagainya
. sedangkan di teori biogenenesis di
pelopori oleh Francesco redi, lazzaro Splanzani dan Louis Pasteur . mereka melakukan percobaan yang hamper sama
hanya media yang di gunakan berbeda
hanya francesco redi menggunakan potongan daging sedangka splanzani dan
Louis Pasteur menggunakan air rebusan kaldu .Salah satu Ilmuwan dari paham
Biogenesis yaitu Lazzaro Splanzzani
.tujuan dari percobaan yang ia lakukan adalah membuktikan bahwa mikroorganisme
tidak tumbuh dari air sediaan yang yang steril ( air yang panaskan sampai
mendidih) . kemudian hasil yang ia dapatkan bahwa pada tabung reaksi yang di
biarkan terbuka , air sediaaan berubah menjadi keruh serta pada tabung reaksi yang di panaskan dan
di sterilkan tetap bening . hal ini di
sebabkan karena masuknya mikroorganisme memlalui udara padaa tabung yang terbuka
sedangkan pada tabung yang tertutup karena sudah di lapisi dengan lilin
sehingga mikroorganisme tak dapat masuk .
hasil dari data percobaan
biogenesis yang di hasilkan bisa di
katakan memetahkan teori abiogenesis yang berbunyi bahwa makhluk hidup berasal
dari benda mati . sebaliknya makhluk
hidup sebenarnya berasal dari mahkluk hidup sebelumnya.
B. Tujuan
Percobaan
Percobaan ini bertujuan memberi kesempatan kepada mahasiswa mengikuti
jalan pikiran dan langkah – langkah yang pernah dilakukan para ilmuwan/peneliti
dalam memecahkan masalah biologi, yaitu asal usul kehidupan.
C. Manfaat
Percobaan
1. Dapat mengetahui dari asal usul
kehidupan
2. Dapat mengetetahui jalan pemikiran
para ilmuwan dalam memeahkan suatu masalah asal usul kehidupan .
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pertanyaan “Dari manakah asal kehidupan
?” merupakan masalah dari abad ke abad. Telah dicoba dijawab dengan berbagai
teori dan percobaan. Diantaranya adalah percobaan Lazzaro Spallanzani yang
meragukan kebenaran teori abiogenesis dari Aristoteles (Tim Pengajar UNM, 2010
).
Pada pertengahan abad ke -17 , seorang
ilmuwan yang bernama Antonio van leeuwenhoek menemukan mikroskop sederhana yang
dapat di gunakan untuk mengamati benda – benda yang aneh dan sangat kecil yang
terdapat pada tetesan air rendaman
jerami oleh para ahli atau pendukung paham
Abiogenesis hasil pengamatan dari Antonio ini seolah- olah memperkuat
pendapat-pendapat tersebut
(Slamet, 1999).
Pada periode ini para ahli mencoba membuat batasan
atau postulat tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan, terutama
dengan masalah kehidupan yang tidak tampak atau kehidupan mikroorganisme.
Munculnya anggapan bahwa khidupan terjadi dengan sendirinya secara spontan
(“generatio spontaneous”)yang lebih dikenal dengan teori “Abiogenesis” terjadi
pada periode ini. Anggapan tersebut kemudian mendapat tantangan yang cukup
hebat dari para ahli biologi padamasa tersebut. Tokoh yang gigih mempertahankan
teori abiogenesis diantaranya adalah John Needham (1713-1781), beliau melakukan
percobaan dengan daging yang dimasak dan mengamati bahwa terdapat
mikroorganisme pada awal percobaan dan berkesimpulan bahwa jasad-jasad tersebut
berasal dari daging. Selama beberapa tahun teori abiogenesis diterima oleh para
ahli pada saat itu, tetapi selang bebrapa waktu kemudian banyak para ahli
biologi, kimia, kedokteran dan ahli lainnya yang tidak setuju dengan teori
tersebut.
Francesco Redi (1626-1697) seorang ahli kedokteran Italia mencoba
membuktikan ketidak-benaran pendapat “generatio spontanea” dengan membuat
percobaan-percobaan yang hasilnya menyatakan bahwa hewan kecil (lalat) yang
muncul pada berbagai substrat berasal dari telur yang diletakkan induknya. (Maududi
,2012)
Seorang ahli Italia lainnya yaitu Lazzaro Spallanzani (1729-1799) melakukan
serangkaian percobaan dengan memasukkan substrat berupa senyawa-senyawa organik
ke dalam botol labu, bagian atas botol ditutup rapat kemudian dipanaskan
(supaya steril). Setelah disimpan beberapa lama, ternyata tidak ditemukan
kehidupan dalam botol tersebut, hal ini berbeda dengan botol yang tidak
dipanaskan (sebagai kontrol) yang menjadi busuk dan ditumbuhi berbagai
kehidupan jasad renik. Selanjutnya seorang ahli kimia berkebangsaan Perancis
dengan ulet melakukan serangkaian percobaan untuk membuktikan ketidakbenaran
teori abiogenesis yaitu Louis Pasteur (1822-1895). Pasteur melakukan percobaan dengan merancang
alat berupa labu yang dilengkapi dengan tabung panjang berbentuk leher angsa.
Ia mempersiapkan larutan nutrisi berupa cairan kaldu kemudian memasukannya ke
dalam labu, yang sebelumnya dipanaskan terlebih dahulu. Setelah itu dibiarkan
beberapa lama dan udara tanpa perlakuaan apapun dan tanpa disaring dibiarkannya
keluar masuk labu tersebut. Setelah diinkubasikan beberapa lama ternyata tak
ditemukan kehidupan mikroorganisme dalam labu tersebut. Alasannya bahwa partikel-partikel
debu yang mengandung mikroorganisme tidak mencapai larutan nutrisi, mereka
mengendap dalam bagian tabung leher angsa yang berbentuk hudup U dan aliran
udara berkurang, sehingga partikel-partikel tadi tidak terbawa ke dalam labu.
Apabila labu yang berisi nutrisi kemudian penyimpanannya diletakan secara
miring, sehingga memungkinkan partikel debu memasuki labu lewat aliran udara (handout,2009 ).
Lazzaro spalanzzani juga ahli bangsa italia dengan percobaan
terhadap kaldu yang membuktikan bahwa jasad renik atau mikroorganisme yang
mencemari kaldu itu dapat membusukkan kaldu, bila kaldu di tutup rapat setelah
mendidih maka tidak terjadi pembusukan .
ia mengambil kesimpulan bahwa untuk adanys telur haru ada jsad hidup terlebih
dahulu maka muncullah teori”omne ovo ex vivo” atau telur berasal dari makhluk
hidup.( supatmo,1991)
3.
Teori Asal-usul Kehidupan di Planet Bumi
a. Evolusi Biokimia
Menurut
teori ini, asal kehidupan yang pertama adalah reaksi-reaksi kimiawi yang
menghasilkan asam amino pembentuk protein. Asam amino merupakan dasar
pemebntukan setiapsel. Asam amino tersusun dari unsure C,H,O dan N sebagai
unsure utama. Di atmosfer banayak terdapat gas CH4 , Nh3 , H2O , dan H2 yang
jika terkena loncatan bunga api listrik dapat membentuk asam amino.Teori
terbentuknya asam amino di atmosfer dikemukakan oleh Harold Urey dan Oparin.
Teori Urey dibuktikan kebenarannya oleh Stanley Miller. Kehidupan pertama
terjadi di laut, kemudian organisme mengalami evolusi dengan hidup di darat.
Perlu diketahui bahwa Evolusi merupakan perkembangan mahluk hidup yang
berlangsung secara perlahan-lahan dalam jangka waktu lama dari bentuk yang
sederhana kea rah bentuk yang kompleks.
Setelah
eksperimen Luis Pasteur dapat menumbangkan teori generation spontanea, timbul
masalah baru, yaitu dimanakah unsur kehidupan itu pertama kali timbul.? Banyak
pihak yang berpendapat bahwa kehidupan muncul akibat dari reaksi-reaksi kimiawi
yang diawali molekul berukuran kecil. Molekul-molekul kecil satu dengan yang
lain, dengan bantuan energi atau panas, menghasilkan molekul berukuran besar,
atau dari senyawa anorganik menjadi senyawa organic terutama protein sebagi
bahan dasar atau inti sel mahluk hidup. Kejadian ( secara teoritis ) tersebut
merupakan awal terbentuknya sel yang bersifat primitive. Kejadianya yang
pertama kali diperkirakan di laut sebgai tempat yang berenergi cukup tinggi
sehingga dapat digunakan untuk reaksi-reaksi kimia. Ada juga pendapat lain yang
mengatakan bahwa kehidupan pertama terjadi di atmosfer, atas dasar terbentuknya
asam amino ( protein ) sebagai dasar subsastansi kehidupan. Pada suatu saat terbentuknya bumi di atmosfer
kaya akan molekul CH4,NH3,H2, dan H2O yang semuanya berupa gas. Gas-gas
tersebut sampai sekarang banyak terdapat di atmosfer dan terssusun dari
atom-atom C,H,O, dan N yang dijumpai pada asam amino, sedangkan asam amino
merupakan zat penyusun protein. Akibat loncatan bunga listrik sewaktu terjadi
halilintar dan radiasi sinar kosmik, molekul-molekul itu breaksi membentuk asam
amino. Adanya asam amino sinar memungkinkan terbentuknya kehidupan. Bentuk
kehidupan ini diperkirakan sama seperti virus. (handout,2009)
b.
Evolusi Kimia
Teori
Evolusi Kimia menjelaskan bahwa terbentuknya senyawa organik terjadi secara
bertahap dimulai dari bereaksinya bahan-bahan anorganik yang terdapat di dalam
atmosfer primitif dengan energi halilintar membentuk senyawa-senyawa organik
kompleks. Melalui proses evolusi bentuk kehidupan yang pertama itu berkembang
menjadi berbagai jenis makhluk hidup seperti sekarang ini. Untuk membuktikan
kebenaran teori yang dikemukakan oleh Harold Urey, seorang mahasiswa dari
universitas Chicago bernama Stanley Miller (1953 ) dengan kecermatan dan
ketelitianya, berhasil membuat alat pembuktian berupa tabung kaca dengan
kelengkapan pengaturan untuk memasukan gas-gas CH4,NH3,H2,dan H2O(
handout,2009)
BAB III
METODELOGI PRAKTIKUM
A. Waktu dan tempat
Hari / tanggal
: Rabu / 15 Desember 2014
Waktu
: Pukul 10.00 s.d. 12.00 WITA
Tempat : Experimental
Farm/Green House FMIPA
B. Alat
dan Bahan
1.
.Alat
a. 4 buah
tabung reaksi
b. 1 buah rak
tabung reaksi
c. 2 buah
sumbat / gabus yang sesuai
d. 1 buah klem
kayu
2. Bahan
a.
1 buah lampu spiritus
b.
40 ml kaldu cair
c.
1 potong lilin
d.
Korek api
e.
label
C. Prosedur Kerja
1. Menyiapkan
alat dan bahan.
2. Memberi
label pada tiap-tiap tabung.
3. Mengisi
keempat tabung reaksi dengan kaldu masing – masing 10 ml.
4. Tabung I,
menyumbat dengan tutup gabus/karet dan menetesi lilin cair sela a ntara mulut
tabung dengan tutup.
5. Tabung II,
mendidihkan kaldunya di atas api lampu spiritus selama 2 menit, dan membiarkan
terbuka (tanpa tutup).
6. Tabung III,
mendidihkan kaldunya di atas api lampu spiritus selama 2 menit, segera menutup
dengan gabus dan menetesi lilin cair sela antara mulut tabung dengan tutupnya.
7. Meletakkan
semua tabung percobaan pada rak tabung reaksi dan simpan di tempat aman yang
terhindar dari gangguan hewan, cahaya matahari langsung, dan sumber panas
lainnya.
8. Melakukan
pengamatan dan pencatatan setiap hari, selama 5 hari
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Pengamatan table
|
hari
|
Tab.1
|
Tab.2
|
Tab.3
|
Tab.4
|
Keterangan
|
||||||||||||
|
B U
|
w
|
BU
|
E
|
BA
|
W
|
BU
|
E
|
BA
|
W
|
BU
|
E
|
BA
|
W
|
BU
|
E
|
|
|
|
1.
|
-
|
+
|
-
|
-
|
-
|
+
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
+
|
-
|
-
|
|
|
2.
|
-
|
+
|
-
|
-
|
+
|
+
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
-
|
++
|
++
|
-
|
-
|
|
|
3.
|
-
|
+
|
-
|
+
|
-
|
++
|
-
|
+
|
-
|
-
|
-
|
+
|
-
|
++
|
-
|
+
|
|
|
4.
|
-
|
++
|
-
|
+
|
-
|
++
|
-
|
-
|
-
|
+
|
-
|
+
|
-
|
+++
|
-
|
+++
|
|
Keterangan :
W=Warna +=Mengalami perubahan
E=Endapan - =Tidak mengalami pengendapan
Ba=Bau
Bu=Buih
a. Berwarna bening
b . Tidak
berbau
c.Tidak ada endapan
Keterangan :
Tabung I : ditutup dan tidak dipanasi
Tabung II : terbuka dan dipanasi
Tabung III :ditutup
dan dipanasi
Tabung IV :tabung kontrol
B.
Pembahasan
Hasil dari pengamatan Percobaan Lazzaro
Spalanzani yaitu mengamati air kaldu dengan
berbagai macam perlakuan ada yang di panasi, di tutup,terbuka , dan ada juga
yang belum di panasi sehingga terjadi macam macam reaksi yang terjadi dalam
tabung tersebut . reaksinya adalah sebagai berikut:
a. Tabung Kontrol (tidak di tutupi
,tidak di panasi )
Tabung
ini keadaan air kaldunya pada hari pertama tidak mengalami perubahan bau maupun warnanya dan tidak ada
endapan . tetapi menjelang memasuki hari
kedua tabung ini mengalami perubahan
warnanya sudah mulai kurang jernih dari hari yang sebelumnya kemudian sudah
mulai agak tercium bau yang agak menyengat sedikit dari mulut tabung dan mulai
terbentuk endapan . memasuki hari ketiga
dan keempat air kaldu sudah berbau dan warnanya sudah sangat keruh dan terdapat
endapan . Hal ini terjadi akibat adanya pengaruh organisme yang masuk melalui
udara .
b. Tabung 1 ( tertutup tapi, tidak di
panasi )
Hari 1 air kaldu dalam tabung masih dalam
keadaan yang jernih dan tidak berbau dan tidak ada endapan . Begitupun juga
dengan hari ke 2 keadaan dari air kaldu dalam tabung masih dalam keadaan jernih
dan tidak berbau dan tidak ada endapan tetapi saat mulai memasuki hari ke 3
keadaan air kaldu mulai mengeruh, dan terjadi endapan, keadaan ini berlangsung
sampai hari ke 4 di mana air tetap terus mengeruh tetapi tidak berbau, tapi ada
endapan . hal ini terjadi karena udara
tidak masuk akan tetapi, mikroorganisme tetap ada karena air kaldu tersebut
sebelumnya tidak di lakukan proses pemanasan (sterilisasi ).
c. Tabung 2 ( tidak di tutup tetapi di
panasi)
Hari 1 air kaldu masih dalam keadaan jernih dan tidak berbau . saat
memasuki hari ke 2 keadaan air kaldu sudah mulai mengeruh dan berbau . hal ini berlangsung sampai hari
ke 3 air kaldu tetap keruh dan berbau .
saat memasuki hari ke 4 air kaldu mulai berwarna dan baunya tetap . ini di sebabkan oleh
keadaan tabung yang tidak tertutup sehingga mikroorganisme dari luar masuk ke
dalam tabung reaksi,
d. Tabung 3 (
tertutup rapat, di panasi )
Tabung
yang ke 3 ini pada hari pertama keadaan air kaldu di dalamnya tidak mengalami
perubahan warna atau masih jernih, tidak ad a juga endapan . begitu juga pada hari ke 2 , air kaldu masih
tetap jernih dan tidak berbau saat
memasuki hari ketiga air kaldu tetap masih dalam keadaan jernih dan tidak
berbau,dan tidak ada endapan sampai
memasuki hari ke 4 air kaldu
dalam tabung masih tetap dalam keadaan jernih
dan tidak berbau dan tidak ada endapan . Hal ini dikarenakan perlakuan
pada tabung ke 3 di tutup kemudian di panasi sehingga tidak ada mikroorganisme
yang dapat hidup dan berkembang di dalamnya karena sebelumnya telah di lakukan
proses sterilisasi pada tabung dengan cara di panaskan dan kemudian di tutup
sehingga tidak terkontaminasi .
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari percobaan Lazzaro Spalanzani dapat di simpulkan bahwa makhluk hidup
berasal dari makhluk hidup sebelumnya .
ini di tandai pada percobaan ini ada perubahan warna , terbentuknya endapan
dan bau
. ini di sebabkan adanya mikroorganisme yang masuk melalui udara pada
tabung yang tidak di tutupi ,dan tidak di panaskan serta pada tabung yang di
panasi tapi tidak di tutupi .
mikroorganisme dapat memacu terjadinya endapan ,ini disebabkan
mikroorganisme dapat bereaksi dari
luar. Sedankan pada tabung yang di
panasi dan di tutup rapat tidak mengalami perubahan karena mikroorganisme tidak
bereaksi sebab tabung tersebut telah tersterilisasi dan
tidak terkontaminasi dengan udara .
Percobaan Lazzaro Spalanzanni mengenai teori biogenesisnya makhluk hidup
berasal dari makhluk hidup sebelumnya terbukti denga benar, namun pada
praktikum ini masih terdapat beberapa kesalahan dari praktikan dalam melakukan
praktikum dari Percobaan Lazzaro Spalanzani.
B. Saran
1. Untuk
Laboratorium : Sebaiknya Laboratorium
dapat menyediakan alat dan perlengkapan
yang dapat memadai dan memfasilitasi
ruangannya agar praktikan dapat bekerja dengan lebih baik demi kelancaran dan
kesuksesan kegiatan praktikum dan mendapatkan hasil pendataan yang lebih akurat
.
2.
Untuk Asisten : Sebaiknya Asisten lebih memperhatikan dan dapat membimbing mahasiswa
lebih baik lagi dalam pengambilan data
dari hari ke hari serta asisten perlu
juga melihat sampel dalam percobaan ini agar
praktikan mendapatkan data yang akurat .
3.
Untuk praktikan : Sebaiknya para praktikan lebih teliti lagi dalam
melakukan percobaan serta mematuhi
segala tata tertib selama proses praktikum sedang berlangsung. Jika terjadi
kesalahan atau masih belum mengerti dengan penjelasan asistenya
sebaiknya bertanya .
DAFTAR PUSTAKA
Handout,,2009 Teori Evolusi Molekuler ( http://wikipedia
.org) Diakses Pada hari Selasa , 23 Desember
,2014 .
Slamet ,1999.Sains Biologi .
Jakarta : PT Bumi Aksara
Supatmo,
A., Akhmadi H.abu 1991. Ilmu Alamiah Dasar. Makassar : Rineka Cipta
Tim Dosen UNM 2014, Penuntun Praktikum Biologi Dasar. Jurusan
Biologi FMIPA UNM
Maududi ,2012 Teori Asal Usul Kehidupan ( http://wikipediasains.org) Di Akses pada hari selasa ,23 desember 2014.
LAMPIRAN
1. Apa yang
menjadi penyebab terjadinya perubahan kaldu pada percobaan tersebut di atas ?
Jawab : Perubahan
kaldu terjadi karena adanya bakteri atau mikroba yang tumbuk di dalam air kaldu
dan berkontaminasi dengan udara luar.
2. Dari
manakah datangnya makhluk hidup yang menyebabkan terjdinya perubahan kaldu
tersebut ?
Jawab : Makhluk hidup yang menyebankan terjadinya
perubahan kaldu berasal dari udara yang membawa mikroba masuk ke dalam tabung.
3.
Perubahan kaldu pada percobaan tersebut di atas terjadi pada tabung yang
diperlakukan bagaimana? Mengapa bias terjadi?
Jawab : Perubahan kaldu terjadi pada tabung yang
tertutup rapat dan tidak dipanaskan, karena air kaldu, tabung, dan sumbat gabus
tidak steril yang memungkinkan terdapat bakteri. Perubahan juga terjadi pada
kaldu yang di didihkan tapi dibiarkan terbuka karena berhubungan langsung
dengan udara luar yang membawa mikroba dan bebas keluar masuk ke dalam tabung.
Perubahan juga terjadi pada kaldu yang dididihkan dan tertutup rapat, hal ini
mungkin disebabkan kekurang telitian praktikan atau ketidak sterilan alat yang
digunakan dalam percobaan
4.
Pada tabung yang diperlakukan bagaimana yang kaldunya tidak mengalami
perubahan? Mengapa tidak terjadi perubahan warna dan bau?
Jawab : Pada percobaan di atas,semua air kaldu
mengalami perubahan. Namun berdasarkan teori dan percobaan Lazzaro Spallanzani,
kaldu yang tidak berubah adalah yang dididihkan dan ditutup rapat.
5.
Mungkinkah dari bahan kaldu tidak ada muncul makhluk hidup baru jika dalam
kaldu tidak ada makhluk hidup hidup sebelumnya ?
Jawab : Jika hanya dari bahan air kaldu, tidak akn
muncul makhluk hidup baru jika di dalam kaldu tersebut tidak ada makhluk hidup
sebelumnya.
6.
Hasil percobaan di atas dapatkah digunakan sebagai bukti yang kuat untuk
menyangkal pendapat Generatio Spontanea ?
Jawab : Percobaan di atas belum sepenuhnya dapat
digunakan sebagai pendukung teori biogenesis, karena adanya kesalahan hasil
percobaan.
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan Lengkap Praktikum Biologi Dasar
dengan judul’’ Percobaan Lazzarro Spallanzani ‘’ disusun oleh:
Nama :
Rajidah
Arsita
NIM : 1414142003
Kelas : B/Biologi
Kelompok : 1 (satu)
telah diperiksa
oleh Asisten dan Koordinator Asisten, maka dinyatakan diterima.
Makassar, 24
Desember 2014
Kordinator Asisten, Asisten,
Djumarirmanto S.Pd Ita
Puspita
NIM:1114140033
Mengetahui,
Dosen
penanggung jawab
Drs.H.Hamka L,Ms NIP
19621231 198702 1 005
HALAMAN PENGESAHAN
Laporan Lengkap Praktikum Biologi Dasar
dengan judul’’ Penggenalan
dan Penggunaan Mikroskop ‘’ disusun oleh:
Nama :
Rajidah
Arsita
NIM : 1414142003
Kelas : B/Biologi
Kelompok : 1 (satu)
telah diperiksa
oleh Asisten dan Koordinator Asisten, maka dinyatakan diterima.
Makassar, 24
Desember 2014
Kordinator Asisten, Asisten,
Djumarirmanto S.Pd Sutriadi
NIM:121
4140002
Mengetahui,
Dosen
penanggung jawab
Drs.H.Hamka L,Ms NIP
19621231 198702 1 005