Selasa, 25 Agustus 2015

Contoh laporan percobaan spalanzanni unit 2



BAB I
PENDAHULUAN
A . Latar Belakang
   Rahasia adanya  kehidupan masih perlu di pertanyakan kembali, terutama dalam darimana asal makhluk hidup sebenarmya. untuk menjawab pertanyaaan tersebut maka di adakan  berbagai penelitian oleh para ilmuwan  agar dapat memecahkan masalah kehidupan tersebut .  Setelah dia adakan berbagai penelitian di di temukan beberapa teori yang mengemukakakan bahwa asal usul kehidupan mahkluk  ada yang berasal dari benda tak hidup dan yang berasal benda hidup. Kedua teori ini di sebut dengan teori abiogenesis  dan teori biogenesis .
 Pelopor dari teori abiogenesis adalah Aristoteles, ,Antony Van Leewenhook, John Needhem dan Jean  Van Helmont . mereka berpendapat bahwa makhluk hidup itu ada yang berasal dari jerami padi, lumpur dan sebagainya .  sedangkan di teori biogenenesis di pelopori oleh Francesco redi, lazzaro Splanzani dan Louis Pasteur  . mereka melakukan percobaan yang hamper sama hanya media yang di gunakan berbeda  hanya francesco redi menggunakan potongan daging sedangka splanzani dan Louis Pasteur menggunakan air rebusan kaldu .Salah satu Ilmuwan dari paham Biogenesis yaitu Lazzaro  Splanzzani .tujuan dari percobaan yang ia lakukan adalah membuktikan bahwa mikroorganisme tidak tumbuh dari air sediaan yang yang steril ( air yang panaskan sampai mendidih) . kemudian hasil yang ia dapatkan bahwa pada tabung reaksi yang di biarkan terbuka , air sediaaan berubah menjadi keruh serta  pada tabung reaksi yang di panaskan dan di  sterilkan tetap bening . hal ini di sebabkan karena masuknya mikroorganisme memlalui udara padaa tabung yang terbuka sedangkan pada tabung yang tertutup karena sudah di lapisi dengan lilin sehingga mikroorganisme tak dapat masuk .  hasil dari data  percobaan biogenesis  yang di hasilkan bisa di katakan memetahkan teori abiogenesis yang berbunyi bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati  . sebaliknya makhluk hidup sebenarnya berasal dari mahkluk hidup sebelumnya.


B. Tujuan Percobaan
      Percobaan ini bertujuan memberi kesempatan kepada mahasiswa mengikuti jalan pikiran dan langkah – langkah yang pernah dilakukan para ilmuwan/peneliti dalam memecahkan masalah biologi, yaitu asal usul kehidupan.

C. Manfaat Percobaan
1.      Dapat mengetahui dari asal usul kehidupan
2.      Dapat mengetetahui jalan pemikiran para ilmuwan dalam memeahkan suatu masalah asal usul kehidupan .


















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
        Pertanyaan “Dari manakah asal kehidupan ?” merupakan masalah dari abad ke abad. Telah dicoba dijawab dengan berbagai teori dan percobaan. Diantaranya adalah percobaan Lazzaro Spallanzani yang meragukan kebenaran teori abiogenesis dari Aristoteles (Tim Pengajar UNM, 2010 ).
       Pada pertengahan abad ke -17 , seorang ilmuwan yang bernama Antonio van leeuwenhoek menemukan mikroskop sederhana yang dapat di gunakan untuk mengamati benda – benda yang aneh dan sangat kecil yang terdapat  pada tetesan air rendaman jerami  oleh para ahli atau pendukung paham Abiogenesis hasil pengamatan dari Antonio ini seolah- olah memperkuat pendapat-pendapat tersebut
(Slamet, 1999).
      Pada periode ini para ahli mencoba membuat batasan atau postulat tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan, terutama dengan masalah kehidupan yang tidak tampak atau kehidupan mikroorganisme. Munculnya anggapan bahwa khidupan terjadi dengan sendirinya secara spontan (“generatio spontaneous”)yang lebih dikenal dengan teori “Abiogenesis” terjadi pada periode ini. Anggapan tersebut kemudian mendapat tantangan yang cukup hebat dari para ahli biologi padamasa tersebut. Tokoh yang gigih mempertahankan teori abiogenesis diantaranya adalah John Needham (1713-1781), beliau melakukan percobaan dengan daging yang dimasak dan mengamati bahwa terdapat mikroorganisme pada awal percobaan dan berkesimpulan bahwa jasad-jasad tersebut berasal dari daging. Selama beberapa tahun teori abiogenesis diterima oleh para ahli pada saat itu, tetapi selang bebrapa waktu kemudian banyak para ahli biologi, kimia, kedokteran dan ahli lainnya yang tidak setuju dengan teori tersebut.
Francesco Redi (1626-1697) seorang ahli kedokteran Italia mencoba membuktikan ketidak-benaran pendapat “generatio spontanea” dengan membuat percobaan-percobaan yang hasilnya menyatakan bahwa hewan kecil (lalat) yang muncul pada berbagai substrat berasal dari telur yang diletakkan induknya. (Maududi ,2012)
Seorang ahli Italia lainnya yaitu Lazzaro Spallanzani (1729-1799) melakukan serangkaian percobaan dengan memasukkan substrat berupa senyawa-senyawa organik ke dalam botol labu, bagian atas botol ditutup rapat kemudian dipanaskan (supaya steril). Setelah disimpan beberapa lama, ternyata tidak ditemukan kehidupan dalam botol tersebut, hal ini berbeda dengan botol yang tidak dipanaskan (sebagai kontrol) yang menjadi busuk dan ditumbuhi berbagai kehidupan jasad renik. Selanjutnya seorang ahli kimia berkebangsaan Perancis dengan ulet melakukan serangkaian percobaan untuk membuktikan ketidakbenaran teori abiogenesis yaitu Louis Pasteur (1822-1895).  Pasteur melakukan percobaan dengan merancang alat berupa labu yang dilengkapi dengan tabung panjang berbentuk leher angsa. Ia mempersiapkan larutan nutrisi berupa cairan kaldu kemudian memasukannya ke dalam labu, yang sebelumnya dipanaskan terlebih dahulu. Setelah itu dibiarkan beberapa lama dan udara tanpa perlakuaan apapun dan tanpa disaring dibiarkannya keluar masuk labu tersebut. Setelah diinkubasikan beberapa lama ternyata tak ditemukan kehidupan mikroorganisme dalam labu tersebut. Alasannya bahwa partikel-partikel debu yang mengandung mikroorganisme tidak mencapai larutan nutrisi, mereka mengendap dalam bagian tabung leher angsa yang berbentuk hudup U dan aliran udara berkurang, sehingga partikel-partikel tadi tidak terbawa ke dalam labu. Apabila labu yang berisi nutrisi kemudian penyimpanannya diletakan secara miring, sehingga memungkinkan partikel debu memasuki labu lewat aliran udara  (handout,2009 ).
Lazzaro spalanzzani juga ahli bangsa italia dengan percobaan terhadap kaldu yang membuktikan bahwa jasad renik atau mikroorganisme yang mencemari kaldu itu dapat membusukkan kaldu, bila kaldu di tutup rapat setelah mendidih  maka tidak terjadi pembusukan . ia mengambil kesimpulan bahwa untuk adanys telur haru ada jsad hidup terlebih dahulu maka muncullah teori”omne ovo ex vivo” atau telur berasal dari makhluk hidup.( supatmo,1991)

3. Teori Asal-usul Kehidupan di Planet Bumi

a. Evolusi Biokimia

     Menurut teori ini, asal kehidupan yang pertama adalah reaksi-reaksi kimiawi yang menghasilkan asam amino pembentuk protein. Asam amino merupakan dasar pemebntukan setiapsel. Asam amino tersusun dari unsure C,H,O dan N sebagai unsure utama. Di atmosfer banayak terdapat gas CH4 , Nh3 , H2O , dan H2 yang jika terkena loncatan bunga api listrik dapat membentuk asam amino.Teori terbentuknya asam amino di atmosfer dikemukakan oleh Harold Urey dan Oparin. Teori Urey dibuktikan kebenarannya oleh Stanley Miller. Kehidupan pertama terjadi di laut, kemudian organisme mengalami evolusi dengan hidup di darat. Perlu diketahui bahwa Evolusi merupakan perkembangan mahluk hidup yang berlangsung secara perlahan-lahan dalam jangka waktu lama dari bentuk yang sederhana kea rah bentuk yang kompleks.
    Setelah eksperimen Luis Pasteur dapat menumbangkan teori generation spontanea, timbul masalah baru, yaitu dimanakah unsur kehidupan itu pertama kali timbul.? Banyak pihak yang berpendapat bahwa kehidupan muncul akibat dari reaksi-reaksi kimiawi yang diawali molekul berukuran kecil. Molekul-molekul kecil satu dengan yang lain, dengan bantuan energi atau panas, menghasilkan molekul berukuran besar, atau dari senyawa anorganik menjadi senyawa organic terutama protein sebagi bahan dasar atau inti sel mahluk hidup. Kejadian ( secara teoritis ) tersebut merupakan awal terbentuknya sel yang bersifat primitive. Kejadianya yang pertama kali diperkirakan di laut sebgai tempat yang berenergi cukup tinggi sehingga dapat digunakan untuk reaksi-reaksi kimia. Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa kehidupan pertama terjadi di atmosfer, atas dasar terbentuknya asam amino ( protein ) sebagai dasar subsastansi kehidupan.  Pada suatu saat terbentuknya bumi di atmosfer kaya akan molekul CH4,NH3,H2, dan H2O yang semuanya berupa gas. Gas-gas tersebut sampai sekarang banyak terdapat di atmosfer dan terssusun dari atom-atom C,H,O, dan N yang dijumpai pada asam amino, sedangkan asam amino merupakan zat penyusun protein. Akibat loncatan bunga listrik sewaktu terjadi halilintar dan radiasi sinar kosmik, molekul-molekul itu breaksi membentuk asam amino. Adanya asam amino sinar memungkinkan terbentuknya kehidupan. Bentuk kehidupan ini diperkirakan sama seperti virus. (handout,2009)

b. Evolusi Kimia
     Teori Evolusi Kimia menjelaskan bahwa terbentuknya senyawa organik terjadi secara bertahap dimulai dari bereaksinya bahan-bahan anorganik yang terdapat di dalam atmosfer primitif dengan energi halilintar membentuk senyawa-senyawa organik kompleks. Melalui proses evolusi bentuk kehidupan yang pertama itu berkembang menjadi berbagai jenis makhluk hidup seperti sekarang ini. Untuk membuktikan kebenaran teori yang dikemukakan oleh Harold Urey, seorang mahasiswa dari universitas Chicago bernama Stanley Miller (1953 ) dengan kecermatan dan ketelitianya, berhasil membuat alat pembuktian berupa tabung kaca dengan kelengkapan pengaturan untuk memasukan gas-gas CH4,NH3,H2,dan H2O( handout,2009)










BAB III
METODELOGI PRAKTIKUM
A.    Waktu dan tempat
Hari / tanggal      : Rabu / 15 Desember 2014
Waktu                 : Pukul 10.00 s.d. 12.00 WITA
Tempat                : Experimental Farm/Green House FMIPA

B.  Alat dan Bahan
1.        .Alat
a.       4 buah tabung reaksi
b.      1 buah rak tabung reaksi
c.       2 buah sumbat / gabus yang sesuai
d.      1 buah klem kayu
 2. Bahan
a.              1 buah lampu spiritus
b.              40 ml kaldu cair
c.              1 potong lilin
d.              Korek api
e.               label

C.  Prosedur Kerja
1.      Menyiapkan alat dan bahan.
2.      Memberi label pada tiap-tiap tabung.
3.      Mengisi keempat tabung reaksi dengan kaldu masing – masing 10 ml.
4.      Tabung I, menyumbat dengan tutup gabus/karet dan menetesi lilin cair sela a ntara mulut tabung dengan tutup.
5.      Tabung II, mendidihkan kaldunya di atas api lampu spiritus selama 2 menit, dan membiarkan terbuka (tanpa tutup).
6.      Tabung III, mendidihkan kaldunya di atas api lampu spiritus selama 2 menit, segera menutup dengan gabus dan menetesi lilin cair sela antara mulut tabung dengan tutupnya.
7.      Meletakkan semua tabung percobaan pada rak tabung reaksi dan simpan di tempat aman yang terhindar dari gangguan hewan, cahaya matahari langsung, dan sumber panas lainnya.
8.      Melakukan pengamatan dan pencatatan setiap hari, selama 5 hari
























BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.  Hasil Pengamatan table
hari
Tab.1
Tab.2
Tab.3
Tab.4
Keterangan
B U
w
BU
E
BA
W
BU
E
BA
W
BU
E
BA
W
BU
E

1.
-
+
-
-
-
+
-
-
-
-
-
-
-
+
-
-

2.
-
+
-
-
+
+
-
-
-
-
-
-
++
++
-
-

3.
-
+
-
+
-
++
-
+
-
-
-
+
-
++
-
+

4.
-
++
-
+
-
++
-
-
-
+
-
+
-
+++
-
+++


Keterangan : W=Warna          +=Mengalami perubahan
                     E=Endapan        - =Tidak mengalami pengendapan
                     Ba=Bau
                     Bu=Buih
                                                                 
 a. Berwarna bening                                          
       b . Tidak berbau                                  
       c.Tidak ada endapan                   
                       
Keterangan :
Tabung I   : ditutup dan tidak dipanasi
Tabung II  : terbuka dan dipanasi
Tabung III :ditutup dan dipanasi
Tabung IV :tabung kontrol







B.        Pembahasan
        Hasil dari pengamatan Percobaan Lazzaro Spalanzani yaitu mengamati air  kaldu dengan berbagai macam perlakuan ada yang di panasi, di tutup,terbuka , dan ada juga yang belum di panasi sehingga terjadi macam macam reaksi yang terjadi dalam tabung tersebut  . reaksinya  adalah sebagai berikut:   
a.       Tabung Kontrol (tidak di tutupi ,tidak di panasi )
   Tabung ini keadaan air kaldunya pada hari pertama tidak mengalami   perubahan bau maupun warnanya dan tidak ada endapan  . tetapi menjelang memasuki hari kedua  tabung ini mengalami perubahan warnanya sudah mulai kurang jernih dari hari yang sebelumnya kemudian sudah mulai agak tercium bau yang agak menyengat sedikit dari mulut tabung dan mulai terbentuk endapan  . memasuki hari ketiga dan keempat air kaldu sudah berbau dan warnanya sudah sangat keruh dan terdapat endapan . Hal ini terjadi akibat adanya pengaruh organisme yang masuk melalui udara . 
b.      Tabung 1 ( tertutup tapi, tidak di panasi )
     Hari 1 air kaldu dalam tabung masih dalam keadaan yang jernih dan tidak berbau dan tidak ada endapan . Begitupun juga dengan hari ke 2 keadaan dari air kaldu dalam tabung masih dalam keadaan jernih dan tidak berbau dan tidak ada endapan tetapi saat mulai memasuki hari ke 3 keadaan air kaldu mulai mengeruh, dan terjadi endapan, keadaan ini berlangsung sampai hari ke 4 di mana air tetap terus mengeruh tetapi tidak berbau, tapi ada endapan  . hal ini terjadi karena udara tidak masuk akan tetapi, mikroorganisme tetap ada karena air kaldu tersebut sebelumnya tidak di lakukan proses pemanasan (sterilisasi ).


c.       Tabung 2 ( tidak di tutup tetapi di panasi)
    Hari 1 air kaldu masih dalam keadaan jernih dan tidak berbau . saat memasuki hari ke 2 keadaan air kaldu sudah mulai mengeruh  dan berbau . hal ini berlangsung sampai hari ke 3 air kaldu tetap keruh dan berbau  . saat memasuki hari ke 4 air kaldu mulai berwarna  dan baunya tetap . ini di sebabkan oleh keadaan tabung yang tidak tertutup sehingga mikroorganisme dari luar masuk ke dalam tabung reaksi,

d.      Tabung  3  ( tertutup rapat, di panasi  )
Tabung yang ke 3 ini  pada hari pertama  keadaan air kaldu di dalamnya tidak mengalami perubahan warna atau masih jernih, tidak ad a juga endapan  . begitu juga pada hari ke 2 , air kaldu masih tetap jernih dan tidak berbau  saat memasuki hari ketiga air kaldu tetap masih dalam keadaan jernih dan tidak berbau,dan tidak ada endapan   sampai  memasuki hari ke 4  air kaldu dalam tabung masih tetap dalam keadaan jernih  dan tidak berbau dan tidak ada endapan . Hal ini dikarenakan perlakuan pada tabung ke 3 di tutup kemudian di panasi sehingga tidak ada mikroorganisme yang dapat hidup dan berkembang di dalamnya karena sebelumnya telah di lakukan proses sterilisasi pada tabung dengan cara di panaskan dan kemudian di tutup sehingga tidak terkontaminasi .











BAB V
PENUTUP
A.     Kesimpulan
    Dari percobaan Lazzaro Spalanzani dapat di simpulkan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup  sebelumnya . ini di tandai pada percobaan ini ada perubahan warna , terbentuknya endapan dan  bau  . ini di sebabkan adanya mikroorganisme yang masuk melalui udara pada tabung yang tidak di tutupi ,dan tidak di panaskan serta pada tabung yang di panasi  tapi tidak di tutupi . mikroorganisme dapat memacu terjadinya endapan ,ini disebabkan mikroorganisme  dapat bereaksi dari luar.  Sedankan pada tabung yang di panasi dan di tutup rapat tidak mengalami perubahan karena mikroorganisme tidak bereaksi  sebab  tabung tersebut telah tersterilisasi dan tidak terkontaminasi dengan udara  . Percobaan Lazzaro Spalanzanni mengenai teori biogenesisnya makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya terbukti denga benar, namun pada praktikum ini masih terdapat beberapa kesalahan dari praktikan dalam melakukan praktikum dari Percobaan Lazzaro Spalanzani.  
  B.  Saran
1.   Untuk Laboratorium : Sebaiknya  Laboratorium dapat menyediakan alat dan perlengkapan yang dapat memadai  dan memfasilitasi ruangannya agar praktikan dapat bekerja dengan lebih baik demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan praktikum dan mendapatkan hasil pendataan yang lebih akurat .
2.   Untuk Asisten : Sebaiknya Asisten lebih  memperhatikan dan dapat membimbing mahasiswa lebih baik lagi  dalam pengambilan data dari hari ke hari serta  asisten perlu juga melihat sampel dalam percobaan ini  agar praktikan mendapatkan data yang akurat .
3.   Untuk praktikan : Sebaiknya  para praktikan lebih teliti lagi dalam melakukan percobaan serta  mematuhi segala tata tertib selama proses praktikum sedang  berlangsung.  Jika terjadi  kesalahan atau masih belum mengerti dengan penjelasan asistenya sebaiknya bertanya .

DAFTAR PUSTAKA
Handout,,2009  Teori Evolusi Molekuler  ( http://wikipedia .org)  Diakses Pada hari Selasa , 23 Desember ,2014 .

Slamet ,1999.Sains Biologi . Jakarta : PT Bumi Aksara
Supatmo, A., Akhmadi  H.abu   1991. Ilmu Alamiah Dasar. Makassar : Rineka    Cipta
Tim Dosen UNM 2014, Penuntun Praktikum Biologi Dasar. Jurusan Biologi     FMIPA UNM
Maududi ,2012 Teori Asal Usul Kehidupan ( http://wikipediasains.org) Di Akses  pada hari selasa ,23 desember 2014.



























LAMPIRAN

1.    Apa yang menjadi penyebab terjadinya perubahan kaldu pada percobaan tersebut di atas ?
Jawab :  Perubahan kaldu terjadi karena adanya bakteri atau mikroba yang tumbuk di dalam air kaldu dan berkontaminasi dengan udara luar.
2.     Dari manakah datangnya makhluk hidup yang menyebabkan terjdinya perubahan kaldu tersebut ?
Jawab : Makhluk hidup yang menyebankan terjadinya perubahan kaldu berasal dari udara yang membawa mikroba masuk ke dalam tabung.
3.      Perubahan kaldu pada percobaan tersebut di atas terjadi pada tabung yang diperlakukan bagaimana? Mengapa bias terjadi?
Jawab : Perubahan kaldu terjadi pada tabung yang tertutup rapat dan tidak dipanaskan, karena air kaldu, tabung, dan sumbat gabus tidak steril yang memungkinkan terdapat bakteri. Perubahan juga terjadi pada kaldu yang di didihkan tapi dibiarkan terbuka karena berhubungan langsung dengan udara luar yang membawa mikroba dan bebas keluar masuk ke dalam tabung. Perubahan juga terjadi pada kaldu yang dididihkan dan tertutup rapat, hal ini mungkin disebabkan kekurang telitian praktikan atau ketidak sterilan alat yang digunakan dalam percobaan
4.      Pada tabung yang diperlakukan bagaimana yang kaldunya tidak mengalami perubahan? Mengapa tidak terjadi perubahan warna dan bau?
Jawab : Pada percobaan di atas,semua air kaldu mengalami perubahan. Namun berdasarkan teori dan percobaan Lazzaro Spallanzani, kaldu yang tidak berubah adalah yang dididihkan dan ditutup rapat.
5.      Mungkinkah dari bahan kaldu tidak ada muncul makhluk hidup baru jika dalam kaldu tidak ada makhluk hidup hidup sebelumnya ?
Jawab : Jika hanya dari bahan air kaldu, tidak akn muncul makhluk hidup baru jika di dalam kaldu tersebut tidak ada makhluk hidup sebelumnya.

6.      Hasil percobaan di atas dapatkah digunakan sebagai bukti yang kuat untuk menyangkal pendapat Generatio Spontanea ?
Jawab : Percobaan di atas belum sepenuhnya dapat digunakan sebagai pendukung teori biogenesis, karena adanya kesalahan hasil percobaan.









































HALAMAN PENGESAHAN
          Laporan Lengkap Praktikum Biologi Dasar dengan judul’’ Percobaan   Lazzarro Spallanzani ‘’ disusun oleh:
            Nama         :  Rajidah  Arsita
            NIM          : 1414142003
            Kelas        : B/Biologi
Kelompok : 1 (satu)
  telah diperiksa oleh Asisten dan Koordinator Asisten, maka dinyatakan  diterima.

Makassar, 24  Desember 2014

                                                                                                Kordinator Asisten,                                                      Asisten,


         Djumarirmanto S.Pd                                                 Ita Puspita
                                                                                     NIM:1114140033



Mengetahui,
    Dosen penanggung jawab


Drs.H.Hamka  L,Ms                                                                                                                              NIP 19621231 198702  1 005 








HALAMAN PENGESAHAN
          Laporan Lengkap Praktikum Biologi Dasar dengan judul’’ Penggenalan dan Penggunaan  Mikroskop ‘’ disusun oleh:
            Nama         :  Rajidah  Arsita
            NIM          : 1414142003
            Kelas        : B/Biologi
Kelompok : 1 (satu)
  telah diperiksa oleh Asisten dan Koordinator Asisten, maka dinyatakan  diterima.

Makassar, 24  Desember 2014

                                                                                                Kordinator Asisten,                                                      Asisten,


         Djumarirmanto S.Pd                                                 Sutriadi
                                                                                     NIM:121 4140002



Mengetahui,
    Dosen penanggung jawab


Drs.H.Hamka  L,Ms                                                                                                                              NIP 19621231 198702  1 005