PENGUKURAN DASAR LISTRIK
Rajidah arsita,
Suci wahyuni, Ola mulya
Biologi Sains
2014
Abstrak
Telah dilakukan praktikum mengenai pengukuran
dasar listrik.praktikum ini bertujuan menyelidiki hubungan antara tegangan dan
arus listrik dalam suatu rangkaian sederhana serta menghitung besar hambatan sebuah resistor. alat dan bahan yang digunakan berupa power supply
DC,basicmeter,rheostat,hambatan dan kabel penghubung.dalam praktikum ini
mendapatkan hasil bahwa tegangan (V) dan
kuat arus listrik (A) berbanding
terbalik dimana semakin besar suatu tegangan maka semakin besar hambatan yang
terjadi . ini dibuktikan dengan penunjukkan nilai skala pada grafik, pada
pengamatan nilai arus yang mengalir dari power supply yang berfungsi sebagai sumber listrik akan terbaca oleh
amperemeter dan voltmeter . dari
keseluruhan hasil pada praktikum ini terdapat sedikit kesalahan dalam
mengamati yang menyebabkan angka berbeda dengan teori yaitu Hukum Ohm untuk itu
di perlukan pemahaman konsep yang baik sehingga dapat menghasilkan data yang sesuai pada
percobaanini.
Kata kunci : Tegangan listrik
,Sumber listrik , ,Kuat Arus listrik, Arus
listrik
RUMUSAN
MASALAH
1. Bagaimana
hubungan antar tegangan dan arus listrik
?
2.
Bagaimana besar hambatan yang terjadi pada resistor ?
TUJUAN
1. Menyelidiki
hubungan antara tegangan dan arus dalam suatu rangkaian sederhana .
2. Menghitung
besar hambatan sebuah resistor .
METODOLOGI
EKSPERIMEN
Teori
singkat
Kita dapat
menyatakan akurasi suatudata dengan galat fraksional atau galat persenyang
sering disebut ketidakpastian. Ada banyak kasus ketidakpastian dari suatu bilangnan
tidak dicantumkan secara eksplisit.Sebaliknya ketidakpastian dinyatakan dengan banyaknya
angka angka penuh arti atau angkasignifikan. Jika anda menggunakan bilanganyang
mengandung suatu ketidakpastian untuk menghtung bilangan lain, maka
bilangan hasilperhitungan itu juga tidak pasti. Pengetahuan ini sangat penting
dimengerti terutama ketika anda akan membandingkan suatu bilanganyang
didapatkan dari pengukuran denganbilangan yang didapatkan dari
perkiraanteoritas. Ketika kita menghitung bilanganyang sangat besar atau sangat
kecil, kita dapat menunjukkan angka signifikan jauh lebihmudah lagi dengan
menggunakan notasi ilmiah. Atau disebut juga notasi pangkat 10.
Arus di dalam
konduktor di hasilkan oleh muatan listrikdi dalam konduktor ketika mendesakkan
gaya pada muatan – muatan bebas . karena medan E searah dengan gaya pada muatan positif , dan
karena arah arus merupakan arah aliran muatan positif , maka arah arus searah
dengan medan listrik . untuk kebanyakan material
‘’Arus dalam suatu segmen kawat sebanding dengan beda potensial yang
melintasi segmen’’
Hasil eksperimental ini di kenal sebagai hukum ohm .konstanta
kesebandinganya di tulis 1/R di mana di
sebut resistansi. Secara
matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan:
V = I. R
Dimana :
- I adalah arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar dalam satuan Ampere.
- V adalah tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar dalam satuan volt.
- R adalah nilai hambatan listrik (resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar dalam satuan ohm.
Resistansi suatu material bergantung
pada panjang , luas penampang lintang ,tipe material, dan temperature. Untuk
material material yang mematuhi hukum ohm resistansi tidak bergantung pada arus
dan material seperti kebanyakan logam, di sebut Material Ohmik. Untuk material
ohmik , tegangan jatuh pada suatu segmen
sebanding dengan arus :
V= I R,dengan R = konstan
Hambatan
Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik dapat dirumuskan sebagai berikut:
Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan listrik dapat dirumuskan sebagai berikut:
R = V/I
Dimana
V=tegangan
I=aruslistrik
Satuan SI untuk Hambatan adalah Ohm (R).
V=tegangan
I=aruslistrik
Satuan SI untuk Hambatan adalah Ohm (R).
Arus
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Muatan listrik biasamengalirmelaluipenghantarlistrik,sepertikabeldanlainnya.
I=Q/T
Satuan SI untuk arus listrik adalah ampere (A).
Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Muatan listrik biasamengalirmelaluipenghantarlistrik,sepertikabeldanlainnya.
I=Q/T
Satuan SI untuk arus listrik adalah ampere (A).
Tegangan
Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan potensi listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial sebuah medan listrik untuk menyebabkan aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan potensi listrik satu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi.
Tegangan listrik (kadang disebut sebagai Voltase) adalah perbedaan potensi listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial sebuah medan listrik untuk menyebabkan aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan potensi listrik satu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi.
V=I..R
Satuan SI untuk Tegangan adalah volt (V)
Satuan SI untuk Tegangan adalah volt (V)
Alat
danBahan
A.
Alat
1. Power
Supply DC 1 buah
2. Basic
meter 2 buah
3. Rheostat
1 buah
4. Hambatan
( hambatan batu) 1 buah
B.
Bahan
1.
Kabel
penghubung 6 buah
Identifikasi
Variabel
1. Varibel
manipulasi : hambatan geser ( Rheostat )
2. Variabel
respon : Tegangan dan Kuat arus listrik (V) dan( I)
3.
Variabel
control : tegangan sumber arus listrik ( Power supply
DC)
Definisi
operasional Variabel
1. Rheostat
( hambatan geser ) adalah hambatan yan
di geser dari titik maksimum ke minimum
2. Tegangan
adalah perbedaan potensial antara dua titik dalam rangkaian
listrik yang diukur menggunakan voltmeter, lalu untuk mengukur arus menggunakan
amperemetre.
3. Kuat Arus
listrik adalah suatu
partikel yang mengalir pada potensial titik i tertinggi ke potensial terendah .
4.
Power
Supply DC adalah sumber arus listrik
yang mengalirkan arus melalui kabel penghubung ke komponen yang membutuhkan
tegangan dalam bentuk arus bolak balik
(AC) ke DC ( Arus searah) .
Prosedur kerja
1. Sediakan
terlebih dahulu Power supply DC , rheostat,basic meter yang terdiri dari
voltmeter dan amperemeter, setelah itu hubungkan tiap alat dengan kabel penghubung
secara seri
![]() |
Rheostat
![]() |
2. Pastikan terlebih dahulu pemasangan pada
voltmeter dan amperemeter terpasang dengan baik pada posisi batas ukur
tertinggi untuk menghindari kerusakan
sebelum menyalakan catu daya( Power Supply).
3. Nyalakan catu daya (power supply DC) yag di
aliri 6 volt pastikan kabel terhubung
dengan baik dengan rheostat, dan basic meter kemudian perhatikan penunjukkan
angka pengukuran pada voltmeter dan amperemeter.
4. Geserkan
rheostat (hambatan geser) pada posisi maksimum. Apabila jarum ukur agak menyimpang
ke terkecil., rendahkan batas ukur sampai penyimpanganya cukup jauh ( mendekati
nilai maksimum).
5. Geserlah
kembali Rheostat pada posisi minimum. Lihat nilai arus yang terbaca pada
voltmeter dan amperemeter di posisi tersebut , kemudian catat di tabel
pengamatan .
6. Menaikkan
tegangan pada sumber dengan menggeser
Rheostat Sampai nilai pada voltmeter menunjukkan nilai yang lebih besar dari
nilai penujukkan pada amperemeter.
7. Lakukan kembali kegiatan ke 6 dengan perubahan linear hingga anda memperoleh
sedikitnya 9 ( Sembilan) data pengukuran .
HASIL EKSPERIMEN DAN ANALISIS DATA
Hasil pengamatan
Nilai R= 56 Ω
NST Voltmeter 
NST
Ampermeter

= 
= 2
Tabel 1 Hubungan antara Tegangan dan Kuat arus
listrik
|
NO .
|
Tegangan (V)
|
Kuat Arus (A)
|
|
1
|
2
|
19
|
|
2
|
10
|
20
|
|
3
|
11
|
23
|
|
4
|
13
|
26
|
|
5
|
14
|
30
|
|
6
|
16
|
34
|
|
7
|
|
38
|
|
8
|
|
45
|
|
9
|
27
|
54
|
ANALISIS
DATA
Grafik hubungan antara Tegangan dan
Arus

Percobaan 1
R1 = 
R1 = 
R1 = 47,36 Ω
Percobaan 2
R2 = 
R2 = 
R2 = 50Ω
Percobaan 3
R3 = 
R3 = 
R3 = 47,82Ω
Percobaan 4
R4 = 
R4 = 
R4 = 50Ω
Percobaan 5
R5 = 
R5 = 
R5 = 46,66Ω
Percobaan 6
R6 = 
R6 = 
R6 = 47,05Ω
Percobaan 7
R7 = 
R7 = 
R7 = 47,37Ω
Percobaan 8
R8 = 
R8 = 
R8 = 48,89Ω
Percobaan 9
R9 = 
R9 = 
R9 = 50Ω
PEMBAHASAN
Pada praktikum ini di lakukan percobaan
mengenai Pengukuran dasar listrik.dalam percobaan ini menggunakan prinsip kerja berdasarkan hukum
ohm yang berbunyi bahwa ‘’besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan kepadanya’’
Eksperimen ini kita harus menyelidiki hubungan
antara tegangan dengan arus kuat listrik serta menghitung besar hambatan pada
resistor .di mana nilai R = 56Ω . percobaan ini juga menggunakan basic meter
yang terdiri dari voltmeter dan amperemeter yang masing – masing NST nya 2
dan 2
di sini voltmeter
berfungsi untuk mengukur tegangan dan amperemeter untuk mengukur kuat arus yang
mengalir melalui kabel penghubung . dalam praktikum ini perlu di perhatikan
kebenaran dan ketelitian dalam membaca penunjukkan nilai arus yang mengalir melalui
power supply DC dan penunjukkan nilai di basicmeter serta pemahaman konsep ,prosedur kerja yang
akan di lakukan . Pembacaan Nilai di basic meter secara akurat dan cermat merupakan hal yang
terpenting dalam percobaan. Percobaan
ini kita perlu memperhatikan posisi jarum ukur yang terdapat di
voltmeter dan amperemeter apa tepat berada
di posisinya pada saat rheostat di geser ke posisi maksimum dan minimum,
Dari data yang di peroleh
menunjukkan bahwa hubungan antara
tegangan (V) dengan Kuat Arus (
berbanding terbalik Serta hambatan berbanding lurus dengan
tegangan dan kuat arus berbanding terbalik dengan hambatan . di mana jika rheostat di geser ke posisi
maksimum maka hambatanya semakin besar serta sebaliknya jika rheostat di geser
ke posisi minimum maka hambatan akan semakin kecil .
nilai R= 56Ω berbeda hasilnya dengan
pengukuran pada metode grafik dimana R = 0,994
kemudian di akarkan
0.994= 0,996 . pada
praktikum ini nilai dari percobaan pertama yaitu
R1 =
, R1 =
R1 = 47,36
dan pada percobaan ke 9 yaitu:
R9 =
, R9 =
, R9 = 50
, Terdapatnya perbedaan hasil pengukuran yang dianalisis
dengan hukum Ohm serta grafik dengan nilai yang digunakan dalam percobaan
pengukuran . ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama adalah objek
yang digunakan dalam percobaan ini yang mungkin dapat menjadi sumber ralat
adalah baterai. Di mana baterei tersebut di pakai secara berulang kali dan
tidak di perbaiki komponen komponen pennghantar
arus listrik (konduktor) yang terdapat dalam power supply karena telah
digunakan sebelumnya. Selain itu,.
pembulatan nilai data juga membuat data mengalami sedikit perbedaan
dengan nilai yang digunakan atau yang di pakai . Faktor kedua pengamat juga dapat menjadi sumber ralat atau
kesalahan , seperti kondisi mata pengamat yang tidak focus dan jeli dalam
proses penglihatan nilai penunjukkan yang terbaca dalam basic meter serta skala alat yang agak sukar di baca. Ketiga
kurang eratnya pemasangan kabel penghubung yang tersambung pada basic meter
sehingga mengakibatkan terjadinya pengukuran arus secara
berulang .
SIMPULAN
DAN DISKUSI
1. Simpulan
Berdasarkan
dari hasil eksperimen yang di lakukan di simpulkan bahwa hubungan antara tegangan dan kuat arus
berbanding terbalik . jika suatu tegangan di perbesar, dan kuat arus listrik di perkecil maka hambatan yang dihasilkan
juga semakin besar, sebaliknya jika tegangan di perkecil dan semakin besar kuat
arus maka hambatan semakin kecil . hambatan berbanding lurus dengan tegangan serta kuat arus
berbanding terbalik dengan hambatan ketepatan dalam melihat penunjukkan nilai
tegangan, dan kuat arus pada basicmeter yang terdiri dari voltmeter dan
amperemeter .
2. Diskusi
o
Untuk praktikan sebaiknya cermati dan teliti dalam membaca nilai penunjukkan
skala yang di tunjukkan oleh amperemeter dan voltmeter .
o
pahami kuasai prosedur kerjanya agar tidak melakukan
kesalahan dalam pembacaan nilai skala
o
sebelum melakukan praktikum periksa
dengan teliti apakah alat tersebut dalam keadaan baik atau mengalami kerusakan
agar mendapatkan data yang akurat .
DAFTAR
RUJUKAN
Young, Freedman.1999.Fisika
Universitas Edisi ke-10 jilid 1 ,Erlangga: Jakarta
Asisten
LFD dan Herman.2014.Penuntun Praktikum
Fisika Dasar 1.Makassar:UNM
Schaum Outlines Frederich. J. Bueche . Eugene
Hect. 2006. Fisika Universitas Edisi Kesepuluh
, Erlangga: Jakarta
miraharindaciska.wordpress.com/2013/05/hukum-ohm.html
id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Ohm

